Pertamina Kembangkan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Raja Ampat

Pertamina Kembangkan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Raja Ampat
Foto: Ilustrasi Pertamina Kembangkan Ekowisata Berbasis Masyarakat di Raja Ampat.

PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim memperkuat pemberdayaan masyarakat di Kampung Waifoi, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya pada 25 April 2026. Program tanggung jawab sosial tersebut fokus pada pengembangan ekowisata berkelanjutan melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) di kawasan penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur.

Dilansir dari Kompas, inisiatif ini bertujuan menciptakan ekonomi inklusif dengan tetap menjaga karakter alam setempat. Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, memberikan apresiasi terhadap terjaganya potensi alam di wilayah tersebut.

"Ini luar biasa, karena program sosialnya benar-benar disesuaikan dengan alam. Menitikberatkan pada pengelolaan homestay oleh masyarakat dan menjadi milik masyarakat," ujar Nanik S. Deyang, Komisaris PT Pertamina (Persero).

Fasilitas yang disediakan mencakup delapan kamar penginapan yang disewakan dengan harga sekitar Rp550 ribu per malam bagi para wisatawan. Pendapatan dari usaha ini diproyeksikan dapat menunjang kesejahteraan warga sekaligus membiayai sektor pendidikan anak-anak setempat.

"Ini contoh CSR yang tepat sasaran. Memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya," tambah Nanik S. Deyang, Komisaris PT Pertamina (Persero).

Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village, Zakaria, menjelaskan bahwa pendampingan dari perusahaan migas nasional tersebut bermula dari arahan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat. Dukungan fisik yang diberikan meliputi pembangunan dapur, homestay, hingga pengadaan mesin diesel serta mesin tempel kapal.

"Pertamina membantu kami melalui pembangunan homestay, dapur, serta fasilitas lain. Sejak mulai berkembang pada 2018, homestay ini terus berjalan hingga sekarang," jelas Zakaria, Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village.

Keberadaan fasilitas wisata ini diklaim memberikan pengaruh besar terhadap kemudahan akses transportasi dan peningkatan pendapatan warga. Dampak positif lainnya adalah meningkatnya kesadaran kolektif masyarakat dalam melindungi ekosistem hutan dan hutan bakau.

"Sebagian besar penghasilan masyarakat sekarang bergantung pada homestay ini. Kami juga semakin sadar untuk menjaga lingkungan seperti mangrove dan hutan agar tetap lestari," ujar Zakaria, Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village.

Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina, Rudi Ariffianto, menekankan bahwa seluruh perancangan program tetap memprioritaskan kearifan lokal. Hal ini dilakukan agar operasional wisata tidak mengganggu tradisi penduduk asli.

"Kami merencanakan program ini dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, agar potensi alam dapat dinikmati wisatawan tanpa mengganggu kehidupan dan tradisi yang sudah ada," jelas Rudi Ariffianto, Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina.

Selain sektor pariwisata, perusahaan juga membagikan paket sembako untuk warga Kampung Klayas dan perlengkapan sekolah bagi siswa di sekitar area operasional Kilang Kasim. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyeluruh perusahaan dalam mendukung standar hidup masyarakat lokal di Papua.

Artikel terkait

Rekomendasi