Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada kuartal I/2026, meski sektor pertambangan mengalami kontraksi sebesar 2,14 persen pada Selasa (5/5/2026). Mayoritas lapangan usaha tetap ekspansif dengan industri pengolahan dan perdagangan menjadi penggerak utama Produk Domestik Bruto.
Data yang dilansir dari Ekonomi menunjukkan bahwa penurunan kinerja tidak hanya terjadi pada sektor pertambangan, tetapi juga pada pengadaan listrik dan gas yang terkontraksi 0,99 persen. Padahal, lima sektor utama termasuk pertambangan memberikan kontribusi kumulatif sebesar 63,52 persen terhadap total PDB nasional.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan penjelasan terkait dinamika pertumbuhan antar sektor yang terjadi sepanjang tiga bulan pertama tahun 2026 tersebut.
"Pada triwulan I/2026 secara tahunan, seluruh lapangan usaha tumbuh positif kecuali lapangan usaha pertambangan serta pengadaan listrik dan gas," ujarnya dalam konferensi pers, Selasa (5/5/2026).
Penurunan di sektor ekstraktif berbanding terbalik dengan sektor jasa yang mencatatkan pertumbuhan signifikan. Sektor akomodasi dan makan minum memimpin dengan lonjakan 13,14 persen, disusul jasa lainnya sebesar 9,91 persen, serta transportasi dan pergudangan yang meningkat 8,04 persen.
Struktur PDB Indonesia saat ini masih bertumpu pada industri pengolahan yang menyumbang 19,07 persen. Posisi berikutnya diikuti oleh sektor perdagangan sebesar 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, dan pertambangan yang kini berkontribusi sebesar 8,69 persen.
| Sektor Lapangan Usaha | Kontribusi PDB (%) | Pertumbuhan (yoy) |
|---|---|---|
| Industri Pengolahan | 19,07 | Positif |
| Perdagangan | 13,28 | Positif |
| Pertanian | 12,67 | Positif |
| Konstruksi | 9,81 | Positif |
| Pertambangan | 8,69 | -2,14 |
Sektor lain yang turut menopang pertumbuhan ekonomi di antaranya adalah jasa kesehatan yang tumbuh 7,62 persen serta informasi dan komunikasi sebesar 7,14 persen. Secara keseluruhan, BPS mencatat hampir seluruh lapangan usaha di Indonesia masih menunjukkan tren ekspansi yang solid di awal tahun 2026.