Persoalan gizi buruk atau stunting tetap menjadi hambatan krusial di berbagai wilayah, termasuk di Kota Cilegon, Banten. Masalah ini memicu risiko tinggi pada gangguan pertumbuhan anak, yang diperparah minimnya edukasi pola asuh bagi orang tua.
Situasi tersebut memicu berbagai elemen masyarakat untuk bergerak melakukan aksi nyata. Salah satunya dilansir dari Kompas, melalui inisiatif sosial yang dijalankan oleh jajaran Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XLIX Kodim 0623 Cilegon.
Bersama kader Posyandu, mereka menyelenggarakan kegiatan kemanusiaan di Kecamatan Pulau Merak, Kota Cilegon, pada Rabu (29/4/2026). Fokus utamanya adalah menekan angka stunting dengan menyalurkan bantuan langsung kepada warga yang membutuhkan.
Penyaluran bantuan ini mencakup paket sembako serta asupan gizi "Empat Sehat Lima Sempurna" bagi ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan konkret terhadap kesehatan generasi masa depan.
Ketua Persit KCK Cabang XLIX Kodim 0623 Cilegon, Dewi Imam Buchori menjelaskan bahwa penanganan stunting kini menjadi pilar utama dalam menyongsong visi pemerintah menuju Indonesia Emas. Oleh karena itu, edukasi dan bantuan fisik diberikan secara beriringan.
"Program pencegahan stunting menjadi bagian dari Asta Cita Presiden untuk Indonesia Emas, kami dukung penuh melalui kegiatan penyuluhan dan penyaluran bantuan di Posyandu Kelurahan Mekarsari ini," ujar Dewi kepada awak media di Cilegon, Banten.
Selain memberikan sokongan nutrisi, organisasi istri prajurit ini juga mengadakan sosialisasi mengenai program Keluarga Berencana (KB) kepada ibu muda. Edukasi tersebut menekankan pentingnya pengaturan jarak kelahiran demi menjaga kesehatan reproduksi ibu.
Pengaturan jarak lahir yang ideal dianggap mampu mengoptimalkan tumbuh kembang anak sejak dini. Hal ini menjadi kunci penting agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang sehat dan mendapatkan perhatian gizi yang memadai.
"Tidak hanya soal stunting, kami juga mengajak para ibu untuk memahami Keluarga Berencana, agar jarak kelahiran terjaga dan anak-anak yang lahir nanti benar-benar sehat dan kuat," tambah Dewi.
Metode pendistribusian logistik dilakukan tidak hanya melalui pusat pelayanan kesehatan setempat. Tim gabungan juga menerapkan sistem jemput bola atau door to door untuk menjamin bantuan sampai langsung ke tangan lansia dan keluarga sasaran.
Upaya ini memicu reaksi positif dari penduduk sekitar yang merasa terbantu secara ekonomi maupun kesehatan. Dwi, salah satu warga penerima manfaat, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian yang ditunjukkan oleh anggota Persit.
"Bantuan yang diberikan sangat membantu kami sekeluarga. Terima kasih kepada Ibu-ibu Persit yang sudah peduli dengan kesehatan kami," ungkap Dwi.
Harapan serupa dilontarkan oleh Herna, warga lainnya, yang menginginkan agar program penanganan stunting ini dilaksanakan secara berkelanjutan. Konsistensi bantuan dianggap sangat vital bagi perkembangan kesehatan di lingkungannya.
Kader Posyandu Pisang, Entin turut memberikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, edukasi seperti ini efektif meningkatkan kesadaran kolektif keluarga mengenai peran mereka dalam mencegah gagal tumbuh pada anak.
"Alhamdulillah, kami melakukan penyuluhan stunting dan KB bagi warga Mekarsari di Cilegon. Untuk jumlah pasti anak stunting belum terdata secara rinci, tetapi memang ada beberapa kasus di wilayah ini," jelas Entin.
Melalui pemberian asupan tambahan dan pengetahuan medis dasar, para orang tua diharapkan lebih sigap dalam memenuhi kebutuhan gizi harian anak. Target utamanya adalah penurunan prevalensi stunting secara signifikan di tingkat kelurahan.
"Mudah-mudahan anak yang mengalami stunting bisa kembali tumbuh normal dan menjadi generasi muda yang sehat," ujar Entin.