Permintaan Sapi Kurban di Sidoarjo Melonjak Lima Puluh Persen

Permintaan Sapi Kurban di Sidoarjo Melonjak Lima Puluh Persen
Foto: Ilustrasi Permintaan Sapi Kurban di Sidoarjo Melonjak Lima Puluh Persen.

Lonjakan signifikan hingga 50 persen terjadi pada penjualan sapi kurban di tingkat peternak di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Dilansir dari Media Indonesia pada Senin (18/5), tingginya permintaan pasar membuat harga sapi kurban meroket hingga menyentuh angka Rp50 juta per ekor.

Peternakan milik Nuri di kawasan Kedondong, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, menjadi salah satu lokasi yang mengalami lonjakan pemesanan tersebut. Pembeli dari berbagai daerah seperti Surabaya, Mojokerto, Jombang, hingga Gresik sengaja datang langsung ke kandang meskipun pemilik tidak membuka lapak di pinggir jalan atau memasang iklan.

Pengelola peternakan, Ulfa, menjelaskan bahwa peningkatan pesanan sebenarnya sudah mulai dirasakan sejak sebulan yang lalu. Kendati demikian, permintaan komoditas tersebut semakin membludak dalam beberapa hari terakhir menjelang hari raya.

"Pesanan sudah ramai sejak sebulan yang lalu, karena kalau membelinya mendekati hari H, harganya naik terus. Saat ini, dalam sehari kami bisa menerima pesanan antara tiga sampai enam ekor sapi," ujar Ulfa, pengelola peternakan.

Harga sapi kurban di peternakan ini dijual bervariasi mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta per ekor, yang disesuaikan berdasarkan ukuran dan jenis sapi pilihan konsumen.

"Yang paling banyak dicari itu kisaran harga Rp20 juta sampai Rp35 juta. Tapi ada juga pembeli yang memesan jauh-jauh hari untuk sapi premium seharga Rp50 juta," tambah Ulfa, pengelola peternakan.

Demi menarik minat para pelanggan, pihak pengelola menyediakan fasilitas penitipan serta perawatan sapi secara gratis hingga hari pengiriman dilakukan. Tren pembelian langsung ke kandang peternak ini diprediksi akan terus bertahan hingga H-1 Iduladha seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan kelayakan hewan kurban.

Kondisi ini didukung oleh pengakuan Wahyu, salah satu pembeli asal luar daerah, yang lebih memilih bertransaksi langsung di kandang karena menilai langkah tersebut lebih menguntungkan dan menjamin kualitas hewan.

"Harganya jauh lebih terjangkau dan bersahabat dibanding membeli di lapak musiman pinggir jalan. Selain itu, kondisi sapinya di sini juga terlihat lebih sehat dan terawat," kata Wahyu, pembeli.

Artikel terkait

Rekomendasi