Alhamdulillahirabbil ÔÇÿalamin, wasshalaatu wassalaamu ÔÇÿalaa asyrafil ambiyaa-i wal mursalin, wa ÔÇÿalaa aalihi wa shahbihi ajmaÔÇÖin.
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman, Islam, dan kemerdekaan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada teladan abadi kita, Nabi Muhammad SAW, yang telah membawa risalah pencerahan bagi seluruh alam.
Momentum peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 yang jatuh pada 20 Mei 2026 menjadi pengingat sejarah penting bagi bangsa Indonesia, seperti dilansir dari Cahaya. Peringatan ini merujuk pada berdirinya Budi Oetomo pada tahun 1908 yang menjadi titik awal bangkitnya kesadaran nasionalisme pemuda.
Dalam kacamata Islam, kebangkitan sebuah bangsa merupakan simbol kesadaran kolektif untuk keluar dari keterbelakangan, krisis martabat, dan penjajahan. Tema yang diusung pada Harkitnas 2026 kali ini adalah "Jaga Tunas Bangsa demi Kedaulatan Negara".
Tema tersebut membawa pesan mendalam bahwa generasi muda sebagai tunas bangsa merupakan amanah Ilahi yang harus dijaga kualitas spiritual dan moralnya. Sejarah Islam membuktikan peradaban besar dibangun di atas fondasi ilmu, akhlak, dan ukhuwah sebagaimana Rasulullah SAW membangun masyarakat Madinah.
Tantangan yang dihadapi pada tahun 2026 ini sudah jauh berbeda dengan masa penjajahan fisik di masa lalu. Indonesia kini tengah menghadapi fenomena kolonialisme algoritmik dan penjajahan digital yang menyasar masyarakat luas.
Di tengah situasi saat 80 persen rakyat telah terkoneksi internet, perjuangan melawan krisis moral, disinformasi, dan lunturnya adab di ruang digital masih terus berjalan. Bangsa ini membutuhkan generasi yang memiliki kesadaran transendental bahwa ilmu adalah amanah untuk kemaslahatan umat.
Kebangkitan nasional pada abad ini menuntut pelaksanaan gerakan Islah, yaitu usaha perbaikan yang nyata dan berkelanjutan. Transformasi diperlukan untuk mengubah pribadi Muslim yang saleh menjadi seorang Muslih yang aktif menghadirkan solusi bagi lingkungan dan bangsa.
Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi dan Digital
Momentum sejarah ini juga harus dijadikan pijakan kuat untuk mewujudkan kedaulatan digital serta ekonomi nasional. Gerakan Zakat dan Wakaf menjadi instrumen penting dalam menghapus kemiskinan dan ketimpangan sosial demi visi Indonesia Emas 2045.
Tunas-tunas bangsa diharapkan tumbuh sebagai muzakki muda yang produktif serta mampu mengelola data dan teknologi. Pengelolaan tersebut harus berlandaskan nafas Maqashid Syariah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.
Kebangkitan sejati berfokus pada pembangunan jiwa manusia. Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan nilai moral dengan tanggung jawab publik, atau yang dalam Islam dikenal sebagai Uswah Hasanah.
Kampus-kampus Islam dan lembaga pendidikan memegang peran krusial untuk menjadi rahim lahirnya intelektual yang kritis. Kendati demikian, para intelektual tersebut harus tetap teguh memegang nilai-nilai Ilahi dalam kehidupan berbangsa.
Umat kini diuji kedewasaannya untuk saling berkolaborasi dengan negara melalui momentum Harkitnas 2026 demi mewujudkan Indonesia yang tangguh, adil, dan bermartabat.
WassalamuÔÇÖalaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.