Perempuan di Tangerang Viral Akibat Berulang Kali Pesan Ojol Tanpa Membayar

Perempuan di Tangerang Viral Akibat Berulang Kali Pesan Ojol Tanpa Membayar
Foto: Ilustrasi Perempuan di Tangerang Viral Akibat Berulang Kali Pesan Ojol Tanpa Membayar.

Aksi seorang perempuan di Tangerang menjadi perbincangan luas di media sosial setelah dirinya kedapatan berulang kali memesan makanan melalui layanan ojek online tanpa melakukan pembayaran. Kejadian ini memicu kemarahan warga dan para pengemudi yang merasa dirugikan oleh tindakan tersebut.

Dilansir dari Suara, pelaku diduga sengaja memanfaatkan sistem pembayaran tunai di tempat atau Cash on Delivery (COD) untuk mendapatkan makanan secara cuma-cuma. Berdasarkan rekaman yang beredar, sejumlah warga akhirnya mendatangi pelaku untuk meminta pertanggungjawaban atas tumpukan utang pesanan makanan yang belum dilunasi.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @kasitau.jakarta, terlihat perempuan muda tersebut sedang diinterogasi di dalam sebuah ruangan. Alih-alih mengakui kesalahannya karena telah mengonsumsi pesanan yang belum dibayar, ia justru bereaksi keras dan tersulut emosi saat ditagih oleh pihak pengantar.

"Bayar dulu! Ini belum dibayar, mau gimana? Udah dimakan, bayar dulu," desak seorang laki-laki yang diduga merupakan pengemudi ojek online yang mengantarkan pesanan tersebut.

Bukannya menyelesaikan kewajibannya, perempuan itu justru berteriak meminta pertolongan dan melontarkan kata-kata kasar kepada orang-orang di sekitarnya. Situasi semakin tidak terkendali saat ia mulai memaki dengan nada tinggi untuk menghindari penagihan tersebut.

"Tolong. Ya lo enggak usah ngerusak, anj*ng," teriak perempuan tersebut dalam rekaman video.

Ketegangan berlanjut ketika warga mulai berkumpul di lokasi kejadian untuk memberikan dukungan kepada pengemudi ojol. Massa yang merasa geram mendesak pelaku agar segera menyerahkan uang pembayaran makanan yang telah ia habiskan bersama anaknya.

"Bayar, ini bayar makanan lu. Eh enggak ada sensasi-sensasi di sini, bayar!" bentak salah satu warga yang ikut dalam aksi pelabrakan tersebut sambil menunjukkan kekesalannya secara langsung.

Informasi dari unggahan tersebut mengungkapkan bahwa praktik merugikan ini telah dilakukan berkali-kali oleh pelaku. Modusnya tergolong konsisten, yakni memesan makanan dalam jumlah tertentu dan meminta pengemudi menunggu di luar rumah dengan alasan akan mengambil uang tunai.

"Pelaku di Tangerang ini langsung makan bersama anaknya sampai habis dan semua ojol selalu disuruh menunggu di depan rumah walau akhirnya pelaku tak kunjung keluar," tulis narasi dalam akun media sosial tersebut.

Dampak Sistem Pembayaran Tunai

Saat dikonfrontasi secara paksa oleh warga dan pengemudi, pelaku kerap memberikan alasan klasik bahwa dirinya sedang tidak memegang uang tunai. Hal ini menyebabkan kerugian material bagi para mitra pengemudi yang harus menanggung beban biaya pesanan tersebut secara pribadi.

Insiden ini kembali menyoroti kelemahan pada sistem pembayaran tunai yang kerap menjadi celah bagi konsumen yang tidak bertanggung jawab. Para pengemudi sering kali menjadi pihak yang paling dirugikan karena harus mengeluarkan modal terlebih dahulu untuk membeli pesanan pelanggan.

Hingga saat ini, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai penyelesaian kasus tersebut. Belum diketahui apakah pelaku akhirnya melunasi seluruh utang makanannya kepada para pengemudi ojol atau masalah ini dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian untuk diproses lebih lanjut.

Artikel terkait

Rekomendasi