Jetour meluncurkan data spesifikasi global yang menunjukkan perbedaan performa signifikan antara SUV Jetour T2 i-DM versi plug-in hybrid dengan varian mesin konvensional pada Kamis, 23 April 2026. Fokus pengembangan model terbaru ini mengarah pada peningkatan tenaga dan efisiensi energi bagi pengguna global.
Sektor performa menjadi pembeda utama karena varian PHEV menggabungkan mesin 1.500 cc turbo dengan motor listrik yang menghasilkan total tenaga 280 kW atau setara 375 Tk. Angka ini mencatatkan kenaikan sekitar 49,7 persen jika dikomparasikan dengan model bermesin bensin murni.
Kekuatan torsi pada Jetour T2 i-DM juga mengalami lonjakan sebesar 56,4 persen hingga menyentuh angka 610 Nm sebagaimana dilansir dari Otomotif. Peningkatan teknis tersebut diklaim mampu memberikan akselerasi instan serta dukungan tenaga yang lebih besar untuk berbagai situasi berkendara.
Meskipun memiliki tenaga lebih besar, Jetour menerapkan sistem penggerak roda yang berbeda untuk kedua varian tersebut. Versi i-DM menggunakan sistem penggerak dua roda (2WD) untuk mendukung kebutuhan harian dan perjalanan jauh, sementara Jetour T2 ICE tetap mengusung sistem penggerak empat roda (4WD).
Perbedaan kapabilitas ini juga tercermin pada dimensi kendaraan, di mana versi ICE memiliki ground clearance mencapai 220 mm untuk kebutuhan medan ekstrem. Sebaliknya, varian PHEV memiliki jarak terendah ke tanah setinggi 205 mm dengan fokus pada kenyamanan berkendara dan efisiensi bahan bakar.
Secara fisik, kedua model memiliki kemiripan dimensi dengan panjang 4.785 mm dan lebar 2.006 mm. Namun, spesifikasi teknis ini merupakan data global yang masih berpotensi mengalami penyesuaian fitur dan angka performa saat nantinya diperkenalkan untuk pasar otomotif Indonesia.