Inovasi di sektor teknologi audio saat ini tidak hanya mengejar ketajaman suara semata, tetapi mulai fokus pada estetika fisik perangkat. Dilansir dari Lifestyle, pergeseran ini menunjukkan bahwa alat elektronik kini menjadi bagian integral dari ekspresi gaya hidup serta identitas pribadi penggunanya.
Model earphone dan headphone yang menyerupai aksesori harian mulai membanjiri pasar elektronik. Bentuknya pun semakin beragam dan unik, mulai dari perangkat hybrid yang mirip kacamata luar ruang, topi, hingga ikat kepala yang fungsional bagi masyarakat yang aktif bergerak.
Munculnya desain-desain segar ini memicu diskusi mengenai masa depan perangkat audio konvensional. Ada anggapan bahwa tren ini mungkin akan menggeser produk lama atau justru hadir sebagai pelengkap pilihan bagi konsumen di masa depan.
Lahirnya berbagai wujud perangkat audio baru ini dimaksudkan untuk memberikan solusi bagi segmen pasar tertentu. Inovasi bentuk tersebut tidak dirancang untuk menggantikan produk-produk mapan yang sudah ada sebelumnya di pasar global maupun lokal.
"Adaptasi itu selalu kunci sebuah jenama elektronik bisa maju. Pastinya kami akan selalu terbuka dengan pengguna maunya apa," kata Director Representative HAKII Indonesia William Hadibowo kepada Kompas.com di Blibli Store Central Park Mall, Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Salah satu terobosan yang menonjol adalah penggunaan teknologi air conduction pada perangkat berkonsep open ear, seperti yang diterapkan pada HAKII Link. Teknologi ini memanfaatkan rambatan udara untuk mengalirkan suara ke telinga pengguna tanpa harus menyumbat lubang telinga sepenuhnya.
Inovasi ini menjadi pilihan bagi pengguna yang sering merasa tidak nyaman atau lelah saat memakai penyumbat telinga tipe tertutup (closed ear). Meski begitu, teknologi lama seperti bone conduction tetap diprediksi memiliki basis penggemar yang setia karena fungsinya yang spesifik.
"Tidak ada yang salah dengan bone conduction, itu juga sebuah solusi. Tapi, kami percaya bahwa telinga sudah tepat menjadi indra pendengar. Jadi, kenapa tidak dipikirkan pakai air conduction saja," kata William.
Integrasi Audio dalam Rutinitas Harian
Para pelaku industri menyadari bahwa mobilitas setiap orang sangat berbeda satu sama lain. Kebutuhan antara pelari maraton profesional dengan warga yang sekadar berjalan santai di sore hari tentu memiliki spesifikasi perangkat yang tidak bisa disamaratakan.
Oleh karena itu, produsen kini lebih jeli dalam mengamati perilaku nyata konsumen di lapangan sebelum mengembangkan produk baru. Fokus utama pengembangan alat saat ini adalah menyelaraskan fungsi hiburan dengan mobilitas utama pengguna tanpa mengubah kebiasaan mereka.
"Tetap menggunakan instrumen telinga kita, tapi kita tidak perlu closed ear. Kami akan selalu adaptasi dan melihat pasar Indonesia lebih perlu yang mana, dan kami akan ke arah sana," lanjut dia.
William menekankan bahwa saat merambah demografi baru, perusahaan sebaiknya tidak memaksa pembeli untuk mengubah kebiasaan demi sebuah produk. Sebaliknya, produklah yang harus menyesuaikan diri dengan keunikan aktivitas penggunanya agar tetap relevan.
"Fokusnya adalah apa lagi ke depan yang bisa dikerjakan dan ditingkatkan untuk konsumen. Masuk ke Indonesia, kami tidak akan jejali pasarnya dengan apa yang dipunya, tapi akan mendengar juga di Indonesia perlunya apa," ujar William.
Saat ini, berbagai varian perangkat audio dengan desain unik dari jenama HAKII sudah mulai dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan kaum urban di Indonesia. Produk-produk tersebut kini tersedia secara eksklusif melalui jaringan penjualan omnichannel Blibli Store guna menjamin keamanan garansi bagi masyarakat.