Perancis Susun Rencana Hapus Bahan Bakar Fosil Mulai 2030

Perancis Susun Rencana Hapus Bahan Bakar Fosil Mulai 2030
Foto: Ilustrasi Perancis Susun Rencana Hapus Bahan Bakar Fosil Mulai 2030.

Pemerintah Perancis telah menetapkan jadwal operasional yang komprehensif untuk mengakhiri ketergantungan pada bahan bakar fosil secara bertahap. Strategi ini mematok target penghentian penggunaan batu bara pada 2030, minyak pada 2045, dan gas fosil pada 2050.

Visi transisi energi ini dipaparkan dalam forum internasional di Kolombia yang dihadiri lebih dari 50 negara. Agenda utama pertemuan tersebut adalah mempercepat peralihan global dari energi fosil menuju sumber energi bersih.

Dilansir dari Lestari, rencana kerja ini tidak menyodorkan komitmen baru, melainkan menyatukan berbagai regulasi iklim yang sudah ada ke dalam satu peta jalan yang lebih terstruktur dan pasti.

Saat ini, batu bara hanya memberikan kontribusi kurang dari 1 persen terhadap total konsumsi energi di Perancis. Penggunaannya terbatas pada sektor industri dan pembangkit listrik, mengingat negara tersebut tidak memiliki produksi domestik.

Minyak menyumbang porsi signifikan sebesar 38 persen pada 2024, yang mayoritas diserap oleh sektor transportasi. Karena produksi internal sangat minim, hampir seluruh kebutuhan minyak Perancis dipenuhi melalui mekanisme impor.

Sementara itu, gas fosil memenuhi 19 persen kebutuhan energi nasional, terutama untuk pemanas bangunan dan industri. Serupa dengan minyak, pasokan gas ini juga sangat bergantung pada pembelian dari pasar luar negeri.

Strategi Penghentian dan Substitusi Energi

Langkah konkret untuk menghapus batu bara dimulai dengan rencana penutupan dua pembangkit listrik tenaga batu bara terakhir pada 2027. Hal ini dilakukan guna mengejar target eliminasi total pada akhir dekade ini.

Untuk mereduksi konsumsi minyak, pemerintah akan mendorong adopsi kendaraan listrik secara masif. Program ini mencakup perluasan infrastruktur pengisian daya serta elektrifikasi armada transportasi berat seperti bus dan truk.

Pengurangan penggunaan gas difokuskan pada peningkatan efisiensi sistem pemanas ruangan. Pemerintah berupaya memperbaiki standar insulasi bangunan agar konsumsi energi tidak terbuang sia-sia.

Pengembangan Infrastruktur Rendah Karbon

Transisi ini menuntut pembangunan besar-besaran sumber energi rendah karbon. Perancis menargetkan kapasitas tenaga angin lepas pantai mencapai 15 gigawatt (GW) pada 2035, dengan penambahan rutin tenaga angin darat sebesar 1,3 GW per tahun.

Kapasitas panel surya atau fotovoltaik ditargetkan meningkat tiga kali lipat pada 2035. Selain itu, terdapat rencana penambahan kapasitas PLTA sebesar 2,8 GW dan pemasangan 8 GW elektroliser untuk produksi hidrogen hijau.

Sektor nuklir tetap menjadi pilar utama dengan rencana pembangunan reaktor baru dan perpanjangan masa operasional unit yang ada. Produksi biogas dari limbah juga dipacu hingga enam kali lipat, sementara penggunaan bahan bakar nabati ditargetkan naik dua kali lipat.

Target Elektrifikasi Nasional

Elektrifikasi akan menyasar tiga sektor paling polutif: bangunan, transportasi, dan industri. Mulai akhir 2026, instalasi pemanas gas pada gedung baru akan dilarang sepenuhnya untuk menekan impor gas.

Pemerintah menargetkan pemasangan satu juta alat pemanas listrik hemat energi setiap tahun mulai 2030. Di sektor otomotif, dua dari tiga mobil baru yang terjual diharapkan merupakan kendaraan listrik pada tahun yang sama.

Guna mendukung kemandirian industri, Perancis berencana memproduksi 400.000 mobil listrik per tahun mulai 2027, dan meningkat menjadi satu juta unit pada 2030. Program subsidi sewa mobil listrik juga disiapkan bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Artikel terkait

Rekomendasi