Manajer Pep Guardiola dilaporkan bakal menyudahi masa baktinya di Manchester City pada akhir musim ini setelah mengarsiteki klub tersebut selama sepuluh tahun, sebagaimana dilansir dari Bola dari laporan The Athletic pada Selasa (19/5/2026) pagi WIB.
Keputusan tersebut diambil tepat setelah pelatih asal Spanyol itu mempersembahkan trofi Piala FA 2025-2026 ke-20 untuk The Citizens. Kontrak Guardiola bersama Manchester City sejatinya masih tersisa satu tahun lagi atau hingga Juni 2027 mendatang.
Media lokal Manchester Evening News turut memperkuat kabar hengkangnya sang juru taktik dari Stadion Etihad.
"Pep Guardiola akan meninggalkan posisinya sebagai manajer Manchester City musim panas ini, mengakhiri salah satu masa jabatan paling sukses dalam sejarah Premier League, dengan mantan bos Chelsea, Enzo Maresca, diperkirakan akan menggantikannya," tulis David Ornstein dan Sam Lee di The Athletic.
Pihak media lokal juga memberikan konfirmasi serupa mengenai kesepakatan pengunduran diri mantan pelatih Barcelona tersebut.
"Diketahui bahwa sang manajer telah setuju untuk mengakhiri masa baktinya selama 10 tahun di klub," tulis Manchester Evening News.
Spekulasi mengenai masa depan pria asal Santpedor ini sempat dipertanyakan langsung oleh reporter TNT Sports, Laura Wood, setelah laga final di Stadion Wembley selesai digelar.
"Rumor apa? Semoga malam Anda menyenangkan," kata Pep Guardiola sembari melihat ke kiri dan ke kanan dengan sedikit berkelakar.
Di sisi lain, gelandang veteran Bernardo Silva memberikan pandangannya mengenai sosok sang pelatih yang telah membesarkan namanya, sekaligus mengonfirmasi bahwa dirinya juga bakal angkat kaki dari Manchester City pada akhir musim.
"Dia mengubah cara pandang saya terhadap sepak bola. 80 persen karier saya dihabiskan bersamanya sebagai manajer," ucap Bernardo Silva.
Pemain tim nasional Portugal tersebut merasa sangat berutang budi atas seluruh pencapaian karier sepak bola profesionalnya selama berada di bawah arahan Guardiola.
"Semua hal yang ingin saya capai adalah berkat dia. Hubungan kami sangat kuat, baik dalam suka maupun duka." tutur Bernardo Silva.
Meskipun memiliki kedekatan emosional yang mendalam, Silva menegaskan tidak memiliki wewenang untuk mencampuri keputusan pribadi sang manajer.
ÔÇ£Saya sangat peduli dengan Man City. Itu keputusannya (apakah dia ingin perg)]. Bukan hak saya untuk komentari tentang itu." kata Bernardo Silva.
Silva kemudian menutup pernyataannya dengan memberikan doa dan apresiasi atas momen-momen indah yang telah mereka lalui bersama di Manchester.
"Saya berharap yang terbaik untuknya. Saya senang bersamanya dan telah berbagi semua momen ini bersama," tutur Bernardo Silva.
Sebagai langkah antisipasi, manajemen klub dikabarkan telah membidik Enzo Maresca yang pernah menjadi asisten Guardiola pada tahun 2022 sebagai kandidat terkuat suksesor di kursi kepelatihan.