Pep Guardiola Mundur dari Kursi Pelatih Manchester City

Pep Guardiola Mundur dari Kursi Pelatih Manchester City
Foto: Ilustrasi Pep Guardiola Mundur dari Kursi Pelatih Manchester City.

Manajer Manchester City Pep Guardiola mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan pelatih melalui media sosial resmi klub pada Jumat, 22 Mei 2026. Pertandingan melawan Aston Villa pada Minggu, 24 Mei 2026, akan menjadi momen terakhirnya memimpin tim setelah satu dekade mengabdi, sebagaimana dilansir dari Suara.

Keputusan mendadak ini diambil meskipun kontrak kerja pelatih asal Spanyol tersebut di Etihad Stadium sebenarnya masih tersisa hingga tahun 2028. Selama sepuluh tahun kepemimpinannya, pria berusia 55 tahun itu sukses mempersembahkan total 17 trofi utama serta tiga gelar juara Community Shield untuk Manchester City.

Pengumuman hengkang tersebut disampaikan lewat tayangan video emosional yang diunggah oleh pihak klub. Dalam rekaman tersebut, sang pelatih mengenakan kembali momen-momen awal kedatangannya di skuad The Citizens, termasuk saat menjalani wawancara perdana dengan musisi Noel Gallagher.

"Ketika saya datang, wawancara pertama saya adalah bersama Noel Gallagher. Saya keluar sambil berpikir, ÔÇÿOke, Noel ada di sini, ini pasti akan menyenangkan.ÔÇÖ Dan memang luar biasa perjalanan yang kami lalui bersama," tutur Guardiola.

Ia juga meminta agar para penggemar serta publik tidak berspekulasi atau mempertanyakan lebih jauh mengenai keputusan menyudahi kontraknya lebih cepat ini.

"Jangan tanyakan alasan saya pergi. Tidak ada alasan khusus. Tetapi jauh di dalam hati saya, saya tahu ini waktunya," jelas Guardiola.

Mantan pelatih Barcelona ini menambahkan bahwa ikatan emosional dan seluruh memori indah bersama klub asal Manchester tersebut tidak akan pernah hilang dari hidupnya.

"Tidak ada yang abadi. Jika ada yang abadi, maka itu akan tetap ada di sini. Yang akan abadi adalah perasaan, orang-orangnya, kenangan, dan cinta saya kepada Manchester City," ujar Guardiola.

Ungkapan terima kasih yang mendalam turut disampaikan kepada para suporter setianya yang selalu mendampingi tim dalam situasi menang maupun kalah. Sembari mengenang masa sulit saat kehilangan ibunya akibat pandemi Covid-19, ia menegaskan betapa besarnya dukungan yang ia terima dari lingkungan klub.

"Kami bekerja, kami menderita, kami berjuang dan kami melakukan semuanya dengan cara kami sendiri. Kerja keras hadir dalam banyak bentuk. Perjalanan ke Bournemouth ketika kami kehilangan gelar Premier League dan kalian tetap ada di sana. Perjalanan ke Istanbul dan kalian juga ada di sana," cerita Guardiola.

Dukungan moral dari warga kota dan internal tim diakui menjadi kekuatan besar bagi dirinya untuk melewati masa-masa kedukaan tersebut.

"Saya ingat kehilangan ibu saya saat pandemi Covid dan merasakan klub ini membantu saya melewati masa itu. Para suporter, staf, dan warga Manchester memberi saya kekuatan ketika saya sangat membutuhkannya," imbuh Guardiola.

Pada bagian akhir pesan perpisahannya, ia mengapresiasi kerja keras seluruh anak asuhnya yang telah menorehkan sejarah dan warisan besar di lapangan hijau.

"Para pemain, jangan pernah lupakan, setiap detik, setiap momen, saya, staf saya, club ini, semua yang kami lakukan, kami lakukan untuk kalian semua. Dan kalian benar-benar luar biasa," ujar Guardiola.

Ia juga menyelipkan pesan penutup yang emosional yang ditujukan khusus kepada para pemain dan rekan dekatnya.

"Kalian mungkin belum menyadarinya sekarang, tetapi kalian meninggalkan warisan besar. Jadi ketika masa saya berakhir, berbahagialah. Oasis kembali lagi!" kata Guardiola.

Pernyataan tersebut diakhiri dengan penegasan rasa cinta kepada seluruh pihak yang telah mempercayai kinerjanya selama ini.

"Jadi, hadirin sekalian, terima kasih telah mempercayai saya, terima kasih telah mendorong saya, terima kasih telah mencintai saya. Noel, saya benar. Ini benar-benar sangat menyenangkan. Saya mencintai kalian semua," tegas Guardiola.

Manajemen Manchester City diprediksi akan segera menunjuk mantan asisten pelatih Enzo Maresca sebagai suksesor untuk mengisi kekosongan kursi manajer. Pertandingan penutup musim di kandang nanti juga ditandai dengan perpisahan dua pemain senior, yaitu bek John Stones dan kapten Bernardo Silva.

Artikel terkait

Rekomendasi