Manajer Manchester City, Pep Guardiola, memilih untuk tidak memberikan komentar banyak mengenai rumor yang beredar tentang masa depannya. Pelatih asal Spanyol tersebut menegaskan akan melakukan diskusi terlebih dahulu dengan para pemain dan manajemen klub.
Kabar mengenai masa depan mantan pelatih Barcelona ini mencuat setelah sejumlah media di Inggris mengabarkan bahwa ia berencana mundur pada akhir musim. Jika rumor tersebut benar, Guardiola akan menyelesaikan masa baktinya setahun lebih awal dari kesepakatan tertulis.
Spekulasi mengenai kelanjutan karier Guardiola di Stadion Etihad sebenarnya sudah sering terdengar dalam dua tahun terakhir. Namun, dilansir dari Detik Sport, sang manajer sempat memilih memperpanjang masa kontraknya pada musim lalu hingga tahun 2027.
Faktor kelelahan disinyalir menjadi alasan utama Guardiola ingin beristirahat dari dunia kepelatihan setelah mengabdi selama 10 tahun bersama Manchester City. Meski demikian, ia belum mau membagikan informasi detail sebelum bertemu dengan pihak internal klub.
Kondisi ini diperparah dengan kegagalan Manchester City meraih gelar juara Liga Inggris selama dua musim berturut-turut setelah kalah bersaing dari Arsenal. Hasil imbang melawan Bournemouth pada Rabu, 20 Mei 2026, dini hari WIB, memastikan City tidak lagi mampu mengejar poin rivalnya.
"Saya cuma bisa bilang saya masih punya sisa kontrak setahun - menurut pengalaman saya selama bertahun-tahun, ketika Anda memberikan pengumuman di tengah musim maka hasilnya bisa buruk," ujar Pep seperti dikutip BBC Sport.
"Orang pertama yang saya akan ajak bicara adalah chairman karena kami berdua yang memutuskan - kami akan bicara, sesimpel itu sih dan setelah itu barulah kami memutuskan," sambung Pep Guardiola.
"Dengar, saya masih punya sisa kontrak setahun. Saya akan tidak beri tahu di sini karena saya harus bicara dulu dengan chairman, dengan para pemain, dan juga staf saya," tutur Pep Guardiola.
"Saya jadi orang paling bahagia di planet ini karena ada di klub ini. Klub ini luar biasa," kata Pep Guardiola.
Di sisi lain, manajemen Manchester City dilaporkan telah bergerak cepat dengan membidik Enzo Maresca sebagai kandidat pengganti. Maresca bukan orang baru di City karena pernah menjabat sebagai asisten taktik Guardiola dan sempat memimpin tim junior klub tersebut.