Seorang perempuan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Pasar Pagi, Parung Kored, Karang Tengah, Kota Tangerang pada Sabtu (17/5/2026). Korban yang baru pulang dan hendak mencari makan tersebut diserang saat sedang mengendarai sepeda motor.
Aksi penganiayaan ini mengakibatkan korban menderita luka di area wajah akibat terkena cairan kimia. Berdasarkan laporan dari media Megapolitan, cairan asam tersebut juga merusak pakaian korban hingga berlubang seperti bekas terbakar api.
Saksi mata di sekitar lokasi kejadian melihat korban langsung menghentikan sepeda motornya dan berlari mencari pertolongan ke sebuah toko pakaian terdekat. Penjaga toko tersebut kemudian memberikan pakaian ganti untuk korban sebelum membantunya membersihkan diri.
Warga setempat, Siska menceritakan situasi mencekam saat dirinya mendengar teriakan korban dari dalam rumahnya sebelum bergegas keluar untuk memeriksa keadaan.
"Saya masih di dalam, terus dengar suara teriak kepanasan," ujar Siska, warga setempat.
Siska menambahkan bahwa korban segera menuju area kamar mandi di toko tersebut untuk membasuh tubuhnya yang terkena zat kimia berbahaya sambil terus berteriak meminta bantuan.
"Dia kan kepanasan, teriak kepanasan sama minta tolong," kata Siska.
Akibat paparan zat kimia keras tersebut, pakaian yang dikenakan korban langsung mengalami kerusakan parah di beberapa bagian.
"Bolong-bolong bajunya, kaya kena api jadi dikasih baju sama toko baju itu," kata Siska.
Siska juga menduga sempat terjadi bentrokan antarkelompok motor di sekitar wilayah tersebut sebelum peristiwa penyiraman terjadi, meskipun ia tidak mengetahui detail jumlah pelaku.
"Mereka naik motor dan langsung kabur," kata Siska.
Kejadian tragis ini sempat terekam dan menjadi viral di media sosial setelah diunggah oleh akun @infociledug.official, yang memperlihatkan detik-detik korban meminta pertolongan warga.
"Tolong dong bang, kena panas, saya kepanasan, mau air," teriak wanita tersebut.
Pasca-insiden tersebut, korban telah melaporkan kasus penganiayaan ini ke pihak kepolisian, yang segera ditindaklanjuti dengan pelaksanaan olah tempat kejadian perkara oleh tim penyidik.
Kanit Reskrim Polsek Ciledug IPTU Sabar M.S. Sidauruk mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dari korban terkait tindak kriminal penyiraman air keras ini.
"Sudah, hari Sabtu sudah buat laporan," kata Sabar, Kanit Reskrim Polsek Ciledug IPTU Sabar M.S. Sidauruk.
Pihak Polsek Ciledug saat ini masih terus melakukan proses penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas pelaku serta mencari tahu motif di balik aksi penyiraman tersebut.