Ketahui Penyebab Mobil Boros BBM dan Cara Mengatasinya Menurut Auto2000

Ketahui Penyebab Mobil Boros BBM dan Cara Mengatasinya Menurut Auto2000
Foto: Ilustrasi Ketahui Penyebab Mobil Boros BBM dan Cara Mengatasinya Menurut Auto2000.

Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) menuntut para pemilik kendaraan untuk lebih cerdas dalam mengelola pengeluaran operasional. Efisiensi berkendara menjadi kunci utama agar pengeluaran tidak membengkak secara berlebihan.

Salah satu metode yang kerap disarankan untuk menekan konsumsi bahan bakar adalah dengan menerapkan teknik eco-driving. Seperti dilansir dari Otomotif, efisiensi ini dipengaruhi oleh beragam faktor teknis maupun non-teknis.

Beberapa kendaraan modern produksi Toyota sebenarnya telah dilengkapi dengan fitur indikator eco-driving. Komponen ini berfungsi sebagai pemandu visual yang memberikan tanda ketika mobil melaju dalam kondisi konsumsi bahan bakar paling optimal.

Mengenai masalah efisiensi ini, Auto2000 membagikan sejumlah poin penting yang sering menjadi pemicu mobil mengonsumsi bensin secara berlebihan. Masalah tersebut mencakup kebiasaan mengemudi hingga persoalan teknis kendaraan.

1. Kurangnya Tekanan Angin Ban

Kondisi ban yang kekurangan tekanan udara memaksa mesin bekerja lebih keras dan membutuhkan tenaga ekstra untuk menggerakkan roda. Beban kerja ini akan semakin terasa berat ketika mobil terjebak dalam situasi macet yang mengharuskan pengemudi sering berhenti dan berjalan (stop and go).

2. Beban Muatan Berlebih (Overload)

Setiap kendaraan dirancang dengan batas kapasitas muatan maksimal yang aman. Membawa muatan yang melebihi kapasitas standar dipastikan bakal mendongkrak kebutuhan tenaga mesin, sehingga memicu pemborosan bensin sekaligus membahayakan keselamatan berkendara.

3. Gaya Mengemudi yang Agresif

Pengemudi yang berkendara secara agresif cenderung sering memacu kendaraan secara mendadak. Hal ini memaksa sistem komputer mesin menyuntikkan lebih banyak pasokan bahan bakar ke ruang bakar demi memenuhi target tenaga yang diminta secara instan.

4. Modifikasi Komponen Kendaraan

Mengubah spesifikasi standar seperti memakai pelek berukuran lebih besar atau ban bertapak lebar akan memperberat kerja mesin. Penambahan aksesori kosmetik seperti spoiler juga dapat meningkatkan bobot serta gaya tekan ke bawah (downforce) yang berujung pada peningkatan konsumsi bensin.

Modifikasi yang berfokus pada peningkatan performa mesin agar lebih responsif juga secara langsung menaikkan debit pemakaian bahan bakar. Selain itu, pemasangan peranti elektronik tambahan yang menyedot daya listrik besar ikut membebani kinerja mesin.

5. Penggunaan Jenis BBM yang Tidak Tepat

Pemakaian bahan bakar yang sesuai dengan spesifikasi pabrikan sangat krusial untuk menjaga kesempurnaan proses pembakaran. Jika bensin tidak sesuai, mesin berpotensi mengalami gejala mengelitik (knocking) sehingga pengemudi terpaksa menekan pedal gas lebih dalam.

6. Menunda Penggantian Oli Mesin

Keterlambatan dalam mengganti oli dapat mengubah struktur kimia cairan pelumas dan menurunkan tingkat kekentalannya secara drastis. Akibatnya, gesekan antar komponen internal meningkat dan membuat mesin berputar lebih berat karena fungsi pelumasan tidak lagi berjalan optimal.

7. Mengabaikan Fitur Mode ECO

Kendaraan modern Toyota umumnya sudah dibekali dengan pilihan mode berkendara ECO untuk membatasi konsumsi bensin. Walaupun respons akselerasi dan tenaga kendaraan sedikit berkurang, performa yang dihasilkan dinilai masih sangat memadai untuk mobilitas di area perkotaan.

8. Melewatkan Perawatan Berkala

Melalui servis rutin di bengkel resmi, para teknisi dapat memantau dan menyetel ulang kondisi dapur pacu agar selalu berada pada performa terbaiknya. Pemeriksaan ini juga memastikan komponen pendukung seperti saringan udara, kaki-kaki, dan suku cadang penting lainnya bebas dari kendala teknis.

"Pemilik mobil harus pintar mengelola penggunaan bensin pada mobil agar lebih efisien dalam penggunaannya. Langkah yang dilakukan terkait bagaimana merawat dan mengemudikan mobil di jalan. Untuk itu, pahami bagaimana agar konsumsi BBM lebih hemat," kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000, Selasa (19/5/2026).

Artikel terkait

Rekomendasi