Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan sebesar 0,71 persen ke posisi 6.905,62 pada Senin (11/5/2026) di tengah penantian pelaku pasar terhadap pengumuman penyesuaian ulang konstituen indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) Indonesia.
Data perdagangan menunjukkan indeks domestik tersebut merosot 63,77 poin sepanjang hari ini, yang oleh banyak pihak dikaitkan dengan sentimen rencana rebalancing indeks global tersebut pada Selasa besok. Dilansir dari Detik Finance, penurunan ini menempatkan IHSG di zona merah hingga penutupan pasar.
Chief Investment Officer (CIO) BPI Danantara, Pandu Sjahrir, memberikan pandangan berbeda mengenai penyebab koreksi pasar saham hari ini. Ia menilai bahwa faktor eksternal dan kondisi teknis pasar memberikan tekanan yang lebih signifikan dibandingkan sentimen MSCI.
"Saya rasa bukan menyangkut soal MSCI kok hari ini. Lebih banyak soal rupiah dan segala macam," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (11/5/2026).
Penegasan mengenai kondisi makro ini merujuk pada nilai tukar rupiah yang masih menghadapi tekanan tinggi terhadap mata uang asing. Meskipun demikian, Pandu menyatakan keyakinannya terhadap transparansi pasar modal Indonesia yang telah memenuhi standar lembaga pemeringkat internasional tersebut.
"Ya kita tunggu saja besok. Seharusnya kan semua (catatan) sudah dimasukin juga. Aku sudah lihat perkembangannya, bursa bagus kok dari sisi penerapan yang sedang dilakukan," ungkap Pandu Sjahrir, CIO BPI Danantara.
Proses peninjauan indeks global ini dijadwalkan mencakup MSCI Global Standard Indexes hingga MSCI Frontier Markets Small Cap Indexes. Hasil rebalancing tersebut direncanakan bakal dipublikasikan secara luas pada 29 Mei 2026 mendatang.
"InsyaAllah besok, InsyaAllah baiklah," pungkas Pandu Sjahrir.