BCA Salurkan Kredit Rp994 Triliun pada Kuartal I 2026

BCA Salurkan Kredit Rp994 Triliun pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi BCA Salurkan Kredit Rp994 Triliun pada Kuartal I 2026.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 5,6 persen secara tahunan (yoy) hingga mencapai total Rp994 triliun pada Kuartal I 2026. Capaian positif pada tiga bulan pertama tahun ini dipengaruhi oleh momentum musiman yang meningkatkan aktivitas ekonomi nasional.

Data kinerja keuangan ini menunjukkan bahwa segmen produktif menjadi motor penggerak utama dengan nilai mencapai Rp760,2 triliun atau tumbuh 7,8 persen secara tahunan. Dilansir dari Money, pertumbuhan tersebut juga diperkuat oleh sektor UMKM yang mengalami kenaikan signifikan sebesar 12 persen dengan nilai outstanding Rp146 triliun.

Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong menjelaskan bahwa periode awal tahun ini mendapatkan dorongan dari aktivitas masyarakat selama bulan suci dan hari raya. Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026).

"Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadhan dan Idul Fitri yang mendukung kinerja kredit," ujarnya Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.

Pihak manajemen juga menyoroti komitmen perusahaan dalam pembiayaan sektor berkelanjutan yang kini menyentuh angka Rp258,4 triliun. Jumlah ini setara dengan 26 persen dari total portofolio kredit perusahaan dan mengalami kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Khusus untuk pembiayaan hijau atau green financing, bank swasta terbesar di Indonesia ini mencatat angka Rp113 triliun. Fokus pada energi baru dan terbarukan (EBT) menjadi pendorong utama pada kategori ini dengan lonjakan penyaluran dana sebesar 53,5 persen.

Dari sisi risiko, perseroan melaporkan rasio loan at risk (LAR) berada di level 5,1 persen, sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) terjaga pada angka 1,8 persen. Ketahanan modal didukung oleh pencadangan LAR dan NPL masing-masing sebesar 69,7 persen dan 174,6 persen.

Kapasitas penyaluran kredit ini tidak lepas dari kondisi likuiditas yang kuat, terutama pada dana giro dan tabungan (CASA) yang menyentuh Rp1.089 triliun. Secara keseluruhan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA tumbuh 8,3 persen menjadi Rp1.292,4 triliun, di mana CASA mendominasi sekitar 85,2 persen dari total dana tersebut.

"Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital," imbuh Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.

Artikel terkait

Rekomendasi