Permintaan Baja IKN Menurun Picu Penutupan PT Krakatau Osaka Steel

Permintaan Baja IKN Menurun Picu Penutupan PT Krakatau Osaka Steel
Foto: Ilustrasi Permintaan Baja IKN Menurun Picu Penutupan PT Krakatau Osaka Steel.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan bahwa penghentian operasional PT Krakatau Osaka Steel (KOS) dipicu oleh anjloknya permintaan baja untuk proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) pada Kamis (7/5/2026). Perusahaan patungan asal Jepang tersebut dilaporkan mulai menghentikan seluruh kegiatan produksi sejak April lalu.

Dilansir dari Money, penurunan konsumsi baja domestik ini berdampak signifikan karena proyek pemerintah dan infrastruktur jalan tol merupakan pasar utama bagi perusahaan tersebut. Kondisi operasional PT KOS saat ini berada dalam tekanan akibat perlambatan aktivitas pembangunan di lokasi ibu kota baru.

ÔÇ£Program IKN, proyek IKN dan proyek jalan tol. Karena dia sudah melambat dan kecenderungan berhenti, maka permintaan bajanya menurun,ÔÇØ kata Said saat ditemui di sela unjuk rasa di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Selain faktor internal pasar konstruksi, daya saing perusahaan juga merosot akibat masuknya produk luar negeri yang lebih murah. Iqbal menyoroti maraknya peredaran besi beton dengan spesifikasi rendah dari produsen asing yang tidak memenuhi kriteria kualitas nasional.

ÔÇ£Karena produk-produk PT KOS tidak bisa bersaing,ÔÇØ kata Said.

Terkait nasib para karyawan, pihak serikat buruh mencatat terdapat hampir 200 pekerja yang kehilangan pekerjaan akibat penutupan pabrik ini. Saat ini, komunikasi antara pihak pekerja dan manajemen masih terus berlangsung guna menyepakati hak-hak finansial yang harus dibayarkan.

ÔÇ£Sedang dalam proses perundingan. Memang manajemen akan memberikan sekitar dua kali aturan untuk memberikan pesangon kepada buruh yang di PHK,ÔÇØ ujarnya.

Kementerian Perindustrian melalui Juru Bicara Febri Hendri Antoni Arief memberikan konfirmasi bahwa perusahaan telah mengalami kerugian finansial sejak tahun 2022. Masuknya produk impor dengan harga rendah menjadi faktor pemberat bagi produsen lokal yang mencoba mempertahankan standar kualitas.

ÔÇ£Di satu sisi, produsen dalam negeri berkomitmen menjaga kualitas produk, namun di satu sisi lain harus menghadapi tekanan harga dari produk impor yang lebih rendah. Situasi ini semakin diperberat oleh melemahnya permintaan domestik, khususnya dari sektor konstruksi,ÔÇØ kata Febri dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).

Manajemen PT KOS sebelumnya telah menetapkan jadwal pemberhentian total seluruh aktivitas bisnis pada Juni 2026 mendatang. Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat Dewan Direksi yang telah dilakukan sejak awal tahun 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi