BPS Catat Penurunan Impor Bahan Baku Plastik Maret 2026

BPS Catat Penurunan Impor Bahan Baku Plastik Maret 2026
Foto: Ilustrasi BPS Catat Penurunan Impor Bahan Baku Plastik Maret 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan penurunan volume impor bahan baku plastik Indonesia pada Maret 2026 di tengah dominasi pasokan dari pasar China. Dilansir dari Ekonomi, nilai masuknya komoditas kelompok HS 3901 hingga 3914 tersebut menyentuh angka US$338,1 juta atau setara Rp5,87 triliun pada Senin (4/5/2026).

Penyusutan nilai impor ini mencerminkan dinamika aktivitas industri manufaktur domestik yang mengandalkan material polimer luar negeri. Secara bulanan, pergerakan arus masuk barang tersebut menunjukkan tren negatif dibandingkan periode sebelumnya.

"Impor plastik itu sebesar US$338,1 juta atau turun secara month to month-nya itu 14,96%," kata Ateng Hartono, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS.

Ateng menjelaskan bahwa China masih memegang peran krusial sebagai eksportir utama bahan baku plastik ke tanah air dengan kontribusi mencapai 34,79 persen. Selain Negeri Tirai Bambu, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara turut menjadi mitra dagang utama dalam penyediaan komoditas ini.

Singapura tercatat memberikan porsi sebesar 12,35 persen terhadap total impor bahan baku plastik nasional. Sementara itu, Thailand menyusul di posisi berikutnya dengan kontribusi sebesar 11,65 persen hingga penutupan kuartal pertama tahun ini.

Secara keseluruhan, total nilai impor Indonesia pada Maret 2026 menembus US$19,21 miliar, atau mengalami kenaikan 1,51 persen dibandingkan Maret 2025 yang sebesar US$18,92 miliar. Pertumbuhan total impor ini dipicu oleh aktivitas pengadaan barang nonmigas yang meningkat dari US$15,79 miliar menjadi US$16,04 miliar.

Sektor energi juga mencatatkan pertumbuhan meski dalam skala yang lebih kecil. Nilai impor migas dilaporkan naik 1,34 persen secara tahunan, dari US$3,13 miliar pada periode tahun lalu menjadi US$3,17 miliar pada Maret 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi