Penjualan Motor Nasional Maret 2026 Alami Penurunan Signifikan

Penjualan Motor Nasional Maret 2026 Alami Penurunan Signifikan
Foto: Ilustrasi Penjualan Motor Nasional Maret 2026 Alami Penurunan Signifikan.

Pasar otomotif domestik mencatatkan penurunan performa penjualan sepeda motor pada Maret 2026 yang menjadi level terendah sepanjang kuartal pertama tahun ini. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) yang dilansir dari Detik Oto pada Kamis (16/4/2026), angka distribusi tercatat hanya menyentuh 448.974 unit.

Realisasi penjualan pada Maret tersebut merosot tajam sebesar 23,56 persen jika dibandingkan dengan capaian bulan Februari yang mampu menembus 587.354 unit. Pengurangan hari kerja efektif dinilai menjadi faktor musiman utama yang memicu perlambatan distribusi kendaraan roda dua tersebut.

Akumulasi penjualan motor nasional selama periode Januari hingga Maret 2026 total mencapai 1.614.091 unit. Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 yang membukukan 1.683.212 unit, pasar secara tahunan atau year-to-year (YoY) mengalami kontraksi sekitar 4,11 persen.

Dominasi pasar masih dipegang kuat oleh segmen skutik yang menyumbang kontribusi sebesar 91,7 persen terhadap total permintaan domestik. Sementara itu, jenis motor underbone menyumbang 4,46 persen, tipe sport sebesar 3,51 persen, dan porsi sepeda motor listrik masih berada di bawah angka 1 persen.

Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, menjelaskan bahwa kondisi geopolitik global serta fluktuasi harga komoditas menjadi tantangan yang memengaruhi daya beli masyarakat. Selain itu, faktor cuaca dan dukungan lembaga pembiayaan menjadi variabel penting dalam menjaga stabilitas pasar tahun ini.

"Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit," kata Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi, AISI tetap optimis terhadap potensi pertumbuhan pasar motor di Indonesia. Target tahunan tetap dipatok pada angka moderat dengan mengandalkan kekuatan pembiayaan serta stabilitas ekonomi makro nasional.

Artikel terkait

Rekomendasi