Masyarakat kini lebih berhati-hati dalam melakukan pembelian kendaraan akibat kondisi ekonomi yang dinamis dengan menyesuaikan kemampuan finansial terhadap pilihan unit yang tersedia di pasar otomotif nasional.
Penurunan volume penjualan retail mobil nasional sebesar 6,3 persen menjadi 833.692 unit pada tahun 2025 tercatat dalam data GAIKINDO, sebagaimana dilansir dari Otomotif.
Kondisi pasar tersebut mendorong platform jual beli mobil bekas, Caroline.id, menilai bahwa beralih ke kendaraan purna pakai menjadi langkah yang lebih rasional bagi konsumen saat ini.
Anggaran yang sama memungkinkan pembeli mendapatkan mobil dengan spesifikasi lebih tinggi, fitur lengkap, atau tahun produksi muda dibandingkan membeli unit baru di segmen terbatas.
CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk, Jany Candra, menyatakan bahwa terdapat perubahan pola pikir masyarakat yang semakin nyata terhadap nilai guna mobil bekas dalam beberapa tahun terakhir.
ÔÇ£Di tengah kondisi ekonomi yang penuh pertimbangan, konsumen menjadi lebih rasional dalam membeli mobil. Mereka tidak hanya bertanya mobil apa yang ingin dibeli, tetapi juga apakah keputusan tersebut aman untuk cash flow keluarga. Dalam konteks ini, mobil bekas menjadi pilihan yang sangat relevan karena menawarkan value yang lebih seimbang antara kebutuhan, harga, fitur, dan biaya kepemilikan,ÔÇØ kata Jany Candra, CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk.
Meskipun mobil baru menawarkan kondisi fisik prima dan garansi pabrikan, faktor depresiasi nilai pada tahun-tahun awal serta biaya kepemilikan yang tinggi menjadi beban pertimbangan konsumen.
ÔÇ£Keputusan terbaik bukan selalu membeli mobil yang paling baru, tetapi membeli mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial. Melalui Caroline.id, kami ingin membantu konsumen mendapatkan mobil bekas yang tidak hanya menarik secara harga, tetapi juga memberikan rasa aman, nyaman, dan terpercaya dalam proses pembeliannya,ÔÇØ ucap Jany Candra, CEO PT Autopedia Sukses Lestari Tbk.
Mobil bekas dianggap memberikan fleksibilitas karena mencakup berbagai jenis kendaraan seperti MPV, SUV, hingga sedan dengan nilai depresiasi yang cenderung lebih stabil.
Konsumen disarankan melakukan analisis mendalam sebelum membeli, mulai dari menetapkan fungsi utama kendaraan hingga menghitung total biaya kepemilikan seperti pajak dan perawatan berkala.
Aspek lain yang perlu diperhatikan mencakup kondisi mesin, riwayat servis, serta kelengkapan dokumen guna memastikan kendaraan tersebut tidak menjadi beban finansial di masa depan.