Penjualan Mobil Listrik Toyota di Indonesia Masih Minim Awal 2026

Penjualan Mobil Listrik Toyota di Indonesia Masih Minim Awal 2026
Foto: Ilustrasi Penjualan Mobil Listrik Toyota di Indonesia Masih Minim Awal 2026.

Distribusi kendaraan listrik berbasis baterai milik Toyota mencatatkan angka rendah pada kuartal pertama tahun 2026 di tengah persaingan ketat dengan produsen otomotif asal China di pasar domestik Indonesia.

Berdasarkan data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilansir dari Detik Oto pada Kamis (16/4/2026), model bZ4X hanya terdistribusi sebanyak 24 unit ke diler selama tiga bulan pertama tahun ini.

Sementara itu, model Urban Cruiser EV yang juga telah dipasarkan oleh produsen asal Jepang tersebut justru belum mencatatkan angka distribusi sama sekali dalam periode yang sama.

Capaian ini tertinggal jauh jika dibandingkan dengan volume penjualan mobil listrik merek lain, seperti Jaecoo J5 yang berhasil membukukan pengiriman hingga 2.959 unit pada Maret 2026 saja.

Faktor harga disinyalir menjadi pembeda utama, mengingat kendaraan listrik produksi China saat ini sudah tersedia di pasar Indonesia mulai dari harga Rp 199 juta.

Harga unit mobil listrik Toyota saat ini masih berada di kisaran Rp 700 jutaan, dengan Urban Cruiser EV sebagai opsi termurah yang dibanderol senilai Rp 759 juta.

Toyota bZ4X yang awalnya dipasarkan dengan harga di atas Rp 1 miliar kini mengalami penurunan harga menjadi Rp 799 juta setelah melalui proses perakitan lokal.

Meski penjualannya masih terbatas, kedua model ini menawarkan daya jelajah kompetitif, yakni 426,7 km untuk Urban Cruiser EV dan 525 km untuk bZ4X dalam kondisi baterai penuh.

Sebagai bentuk layanan purnajual, pabrikan memberikan jaminan berupa garansi baterai selama 8 tahun atau penggunaan 160.000 km disertai pemeriksaan rutin setiap enam bulan sekali bagi konsumen.

Artikel terkait

Rekomendasi