Penjualan Mobil LCGC Turun 29,9 Persen pada Kuartal I 2026

Penjualan Mobil LCGC Turun 29,9 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Penjualan Mobil LCGC Turun 29,9 Persen pada Kuartal I 2026.

Pasar mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC) di Indonesia mengalami penurunan signifikan sebesar 29,9 persen pada periode Januari hingga Maret 2026. Penurunan ini dipicu oleh lonjakan harga unit dan melemahnya daya beli masyarakat kelas menengah secara nasional.

Data wholesales dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilansir dari Detik Oto menunjukkan distribusi LCGC hanya mencapai 28.831 unit pada tiga bulan pertama tahun ini. Angka tersebut berbanding terbalik dengan performa tahun 2023 yang sempat menembus angka 200 ribu unit.

Kenaikan harga menjadi hambatan utama bagi calon pembeli pertama karena banyak model yang dahulu di bawah Rp150 juta kini dipasarkan di kisaran Rp180 juta hingga Rp200 juta. Kondisi ini diperparah dengan inflasi dan tingginya suku bunga kredit kendaraan bermotor.

Pengamat Otomotif, Yannes Pasaribu menilai faktor ekonomi makro berperan besar dalam menghambat keputusan konsumen di segmen ini.

"Penurunan daya beli masyarakat karena inflasi dan suku bunga tinggi menjadi faktor utama yang mempengaruhi penjualan mobil, selain itu, kenaikan harga segmen terbesar LCGC juga mempengaruhi keputusan pembelian konsumen," ujar Yannes Pasaribu, Pengamat Otomotif.

Kondisi pasar kian tertekan seiring dengan menyusutnya jumlah penduduk kelas menengah di Indonesia yang dilaporkan Badan Pusat Statistik hanya tersisa 17,13 persen pada Oktober 2024. Penurunan proporsi ini berdampak langsung pada kemampuan ekonomi untuk membeli aset baru.

Chief Economist Permata Bank, Josua Pardede menyoroti kesenjangan antara kenaikan upah masyarakat dengan laju inflasi harga mobil yang tidak seimbang.

"Pendapatannya itu memang kalau kelas menengah itu,rata-rata setiap tahunnya mungkin naiknya 3,5 persen setiap tahun.Nah tapi kalau kita lihat harga mobil misalkan naiknya 5-7 persen," ujar Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank.

Merosotnya permintaan pada segmen kendaraan hemat energi ini dianggap sebagai cerminan dari fenomena penurunan kelas sosial yang dialami oleh masyarakat menengah.

"Penjualan LCGC ini kan turun, dan ini tadi karena efek dari kelas menengah yang mengalami penurunan," jelas Josua Pardede, Chief Economist Permata Bank.

Selain faktor ekonomi, tantangan baru muncul dari kehadiran mobil listrik (EV) murah yang mendapatkan insentif pajak lebih besar. Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto mengonfirmasi bahwa teknologi baru ini mulai menggerus pasar LCGC konvensional.

"Karena sekarang dengan Rp 200 jutaan orang sudah bisa dapat mobil listrik dengan desain bagus dan fitur lengkap," kata Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo.

Meskipun pasar kendaraan murah masih memiliki potensi, transisi menuju kendaraan elektrifikasi dinilai menjadi arah baru yang tidak bisa dihindari oleh industri otomotif tanah air.

"Orang sekarang melihat pilihan. Kalau selisih harganya tipis tapi teknologinya lebih maju, tentu mereka beralih," ujar Jongkie Sugiarto, Ketua I Gaikindo.

Data Wholesales LCGC
Tahun/PeriodeVolume Penjualan
2023 (Tahunan)200.000+ unit
2024 (Tahunan)Mengalami penurunan
2026 (Januari-Maret)28.831 unit

Artikel terkait

Rekomendasi