Dominasi pasar otomotif oleh pabrikan Jepang di Indonesia mengalami tekanan besar dengan adanya tren penurunan angka penjualan secara konsisten yang terpantau hingga laporan akhir tahun 2025. Fenomena ini diperparah oleh ekspansi agresif merek-merek China yang menawarkan kendaraan listrik dengan harga kompetitif dan biaya operasional rendah.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) tahun 2025 yang dilansir dari Detik Oto, hampir seluruh merek besar asal Jepang mencatatkan rapor merah. Toyota tetap memimpin pasar dengan penjualan 258.923 unit, namun angka ini terus merosot jika dibandingkan perolehan tahun 2023 yang mencapai 325.395 unit.
Penurunan tajam dialami oleh Honda yang pada tahun 2025 hanya membukukan penjualan retail sebanyak 70.338 unit. Padahal, dua tahun sebelumnya atau pada 2023, Honda masih mampu melepas 128.010 unit kendaraan ke tangan konsumen Indonesia.
Nasib serupa menimpa Daihatsu yang mencatatkan penjualan sebesar 137.855 unit pada 2025, turun dari 194.108 unit di tahun 2023. Sementara itu, Mitsubishi dan Suzuki masing-masing mencatatkan penjualan sebesar 70.338 unit dan 64.838 unit pada periode yang sama.
| Merek | Penjualan 2023 | Penjualan 2024 | Penjualan 2025 |
|---|---|---|---|
| Toyota | 325.395 | 293.788 | 258.923 |
| Daihatsu | 194.108 | 168.263 | 137.855 |
| Honda | 128.010 | 103.023 | 70.338 |
| Mitsubishi | 81.792 | 74.030 | 70.338 |
| Suzuki | 82.244 | 69.362 | 64.838 |
Kondisi pasar yang bergeser ke arah elektrifikasi membuat dealer-dealer mobil Jepang mulai mengalami kesulitan operasional. Sejumlah dealer Honda dilaporkan telah menghentikan aktivitas atau beralih menjadi jaringan distribusi bagi merek otomotif asal China.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mendesak agar produsen Jepang segera mempercepat proses adaptasi terhadap teknologi kendaraan listrik (EV). Hal ini dilakukan guna mengikuti arah kebijakan pemerintah yang memprioritaskan pemanfaatan energi bersih di sektor transportasi.
"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," ujar Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian.
Meskipun pabrikan Jepang mulai memperkenalkan opsi hybrid dan PHEV, penetrasi pasar kendaraan listrik murni saat ini masih dikuasai oleh pabrikan China. Biaya pajak tahunan yang lebih ringan serta fitur teknologi yang melimpah menjadi alasan utama konsumen Indonesia mulai meninggalkan mesin konvensional.