Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) memproyeksikan lonjakan penjualan mobil pada April 2026 akan menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan lini asuransi kendaraan bermotor. Berdasarkan data Gaikindo yang dilansir dari Keuangan, distribusi mobil ke dealer atau wholesales mencapai 80.776 unit pada periode tersebut.
Ketua Umum AAUI, Budi Herawan menjelaskan bahwa peningkatan angka penjualan kendaraan bermotor biasanya memiliki korelasi langsung dengan permintaan polis asuransi. Kenaikan signifikan sebesar 55 persen secara tahunan ini diharapkan mampu menjaga momentum pemulihan sektor asuransi umum.
"Menurut kami, kenaikan penjualan mobil pada April 2026 tentu menjadi sinyal positif bagi lini asuransi kendaraan bermotor," terang Budi Herawan, Ketua Umum AAUI.
Meskipun mencatat pertumbuhan tinggi, AAUI mengingatkan industri agar tetap cermat dalam memantau tren pasar. Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh basis pembanding tahun lalu yang lebih rendah dan normalisasi aktivitas pasca-libur panjang, sehingga belum menjamin pertumbuhan agresif sepanjang tahun.
Kinerja sektor ini tetap bergantung pada sejumlah faktor eksternal, mulai dari konsistensi daya beli masyarakat, tingkat suku bunga perbankan, hingga kualitas kredit kendaraan. Selain itu, kenaikan biaya perbaikan serta harga suku cadang masih menjadi tantangan bagi para pelaku industri asuransi.
Sektor asuransi kini juga bersiap menghadapi pergeseran tren kendaraan listrik yang memerlukan penyesuaian teknis pada aspek underwriting dan kesiapan bengkel rekanan. Budi menekankan pentingnya pengembangan data klaim untuk komponen baterai yang saat ini masih terus berkembang di pasar domestik.
Lini asuransi kendaraan sendiri mulai menunjukkan perbaikan sejak awal tahun 2026 setelah sempat mengalami kontraksi pada tahun sebelumnya. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi asuransi kendaraan bermotor per Februari 2026 telah menyentuh angka Rp 4,10 triliun.
Pertumbuhan premi per Februari tersebut mencapai 9,97 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu. Sebagai perbandingan, AAUI mencatat total premi lini kendaraan bermotor pada akhir 2025 berada di angka Rp 19,02 triliun dengan kontribusi 16,9 persen terhadap total premi industri.