Pengusaha Truk Usulkan Konsep Jalan Tengah Atasi Kebijakan Zero ODOL

Pengusaha Truk Usulkan Konsep Jalan Tengah Atasi Kebijakan Zero ODOL
Foto: Ilustrasi Pengusaha Truk Usulkan Konsep Jalan Tengah Atasi Kebijakan Zero ODOL.

Pelaku usaha angkutan barang menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah menerapkan kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) pada tahun 2027. Dukungan tersebut disampaikan dengan catatan adanya solusi ekonomi yang tidak memberatkan operasional di lapangan, seperti dilansir dari Otomotif pada Rabu (20/5/2026).

Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) bersama pemerintah dan pemilik barang telah membahas konsep jalan tengah. Langkah ini diambil untuk menyeimbangkan regulasi daya angkut dengan kebutuhan dunia usaha agar industri tidak tertekan secara mendadak.

Ketua Umum Aptrindo, Gemilang Tarigan, menjelaskan bahwa kesepakatan awal mengenai konsep tersebut sebenarnya telah dibicarakan bersama pihak kepolisian sejak tahun lalu melalui sebuah forum diskusi.

"Tahun lalu, kita sudah melakukan symposium dengan Korlantas di Yogyakarta. Waktu itu dalam symposium polisi menyapa," kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo.

Melalui forum tersebut, para pelaku usaha mengusulkan sistem baru yang dapat mengakomodasi kepentingan regulasi sekaligus kelancaran bisnis logistik.

ÔÇ£Di sana sudah ada komitmen bersama artinya mengusulkan kepada pemerintah tentang daya angkut itu melalui sistem yaitu namanya jalur tengah,ÔÇØ kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo.

Menurut Gemilang, benturan kepentingan mengenai kapasitas muatan antara penyedia jasa pengangkutan dan pemilik komoditas kerap memicu persoalan di sektor lapangan.

ÔÇ£Karena selama ini kan para pengusaha angkutan barang dengan pemilik barang ini kan meminta untuk menaikkan daya angkut kendaraan. Tapi sampai saat ini belum ada kejelasan. Undang-undang itu kan tahun 2009,ÔÇØ kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo.

Regulasi yang berlaku saat ini dinilai sudah tidak relevan dengan perkembangan armada modern, sehingga usulan penyesuaian aturan kini sedang digodok bersama kementerian terkait.

ÔÇ£Kebijakan teknologi sudah berubah. Sehingga kita adakan namanya jalan tengah pada waktu itu yang telah kita usulkan kepada kepolisian, kementerian untuk supaya didiskusikan dengan pemilik barang dan kita pengusaha. Itu sekarang lagi bergulir,ÔÇØ kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo.

Konsep jalur tengah ini diharapkan dapat melahirkan kesepakatan baru terkait batas muatan, tarif logistik, hingga pembaruan regulasi. Penyesuaian tersebut krusial agar penindakan pelanggaran muatan tidak berdampak buruk pada efisiensi ekonomi.

ÔÇ£Jadi tadi kekhawatiran terhadap keputusan yang akan dilaksanakan secara murni dengan aturan yang lama ini bisa teratasi kira-kira begitu,ÔÇØ kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo.

Selain kapasitas muatan, Aptrindo menegaskan bahwa struktur tarif angkutan juga menjadi poin penting yang harus dibenahi demi menjaga kesehatan industri logistik.

ÔÇ£Tapi kan pengusaha menuntut, tadi kan bagaimana mengenai ongkos angkut apa segala macam, daya angkut bagaimana kan begitu ya,ÔÇØ kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo.

Saat ini organisasi pengusaha truk tersebut terus melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat agar regulasi yang dihasilkan nantinya adil bagi semua pihak.

ÔÇ£Nah inilah yang ditengahi oleh kami pada saat ini untuk memperjuangkan dengan pemerintah supaya ada kesepakatan mengenai ini. Karena undang-undangnya juga masih ada perubahan kan gitu ya,ÔÇØ kata Gemilang Tarigan, Ketua Umum Aptrindo.

Artikel terkait

Rekomendasi