Pengusaha Asia Tenggara Jajaki Potensi Bahan Bakar Jerami Bobibos

Pengusaha Asia Tenggara Jajaki Potensi Bahan Bakar Jerami Bobibos
Foto: Ilustrasi Pengusaha Asia Tenggara Jajaki Potensi Bahan Bakar Jerami Bobibos.

Sejumlah pelaku usaha dari kawasan Asia mulai melirik potensi bahan bakar nabati berbasis jerami bernama Bobibos untuk dikembangkan secara massal. Ketertarikan internasional ini muncul pada Jumat (24/4/2026) ketika produk tersebut masih dalam tahap pengujian teknis di Indonesia.

Dilansir dari Otomotif, inovasi bahan bakar asal Jonggol ini telah menarik perhatian dari negara-negara tetangga yang memiliki karakteristik agrikultur serupa. Minat tersebut bahkan sudah masuk dalam tahap penjajakan kerja sama meskipun produk belum diluncurkan secara resmi.

Mulyadi, Pembina Bobibos sekaligus anggota DPR RI, menyatakan bahwa perwakilan dari beberapa negara Asia telah memantau kemajuan produk ini. Menurutnya, potensi ketersediaan bahan baku jerami yang melimpah menjadi daya tarik utama bagi para investor asing.

ÔÇ£Paralel Bobibos bahkan sudah didatangi pengusaha Banglades dan Malaysia, serta di ingatkan Vietnam,ÔÇØ kata Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa negara-negara tersebut meminta untuk menjadi prioritas dalam pengembangan produksi di masa mendatang. Hal ini didasari oleh luasnya area persawahan di wilayah mereka yang mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku.

ÔÇ£Setelah Timor-Leste, negara mereka minta diprioritaskan untik kerjasama, karena ketiga negara tersebut memiliki area persawahan yang memungkinkan untuk Bobibos produksi massal,ÔÇØ jelas Mulyadi.

Di dalam negeri, proses pengembangan Bobibos saat ini sedang diawasi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pengujian laboratorium dilakukan melalui Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk memastikan kelaikan teknis bahan bakar tersebut.

Hasil pengujian awal di Bogor menunjukkan performa yang responsif dengan angka oktan (RON) mencapai 98,1. Founder Bobibos, M Iklas Thamrin, menjelaskan bahwa seluruh aspek kimia dan fisika harus diperiksa secara mendalam sebelum masuk ke tahap uji jalan.

ÔÇ£Dalam tahap awal, pengujian akan mencakup berbagai aspek penting, seperti sifat fisika dan kimia, stabilitas, kompatibilitas dengan mesin, kemudahan mengalir, kualitas penyalaan, hingga tingkat korosivitas,ÔÇØ kata Iklas.

Setelah fase laboratorium tuntas, tim akan melanjutkan penelitian pada dampak emisi gas buang dan ketahanan mesin dalam jangka panjang. Hingga saat ini, produk Bobibos belum dipasarkan secara bebas kepada masyarakat umum.

ÔÇ£Jika ada yang mengatasnamakan penjualan Bobibos dipastikan hoaks, kami minta doa agar uji fungsi bisa berhasil agar menjadi solusi energi,ÔÇØ tutur Iklas.

Artikel terkait

Rekomendasi