Massa Keroyok Pria Diduga Preman di Stasiun Bogor

Massa Keroyok Pria Diduga Preman di Stasiun Bogor
Foto: Ilustrasi Massa Keroyok Pria Diduga Preman di Stasiun Bogor.

Aksi pengeroyokan terhadap seorang pria yang diduga pelaku premanisme terjadi di kawasan Stasiun Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (25/4/2026) malam. Insiden yang terekam dalam video viral tersebut memperlihatkan terduga pelaku dipukuli sejumlah orang hingga babak belur akibat emosi massa yang tidak terbendung.

Pria tersebut menjadi sasaran amukan warga karena disinyalir sering meminta jatah secara paksa kepada pengamen dan tukang ojek yang beroperasi di sekitar lokasi. Dilansir dari Suara, pria itu tampak tidak berdaya dan berusaha melindungi wajahnya saat dikeroyok massa hingga pakaiannya terlepas.

Pihak keamanan setempat sempat melakukan upaya penyelamatan terhadap pria yang dikejar oleh massa tersebut, namun gagal meredam amarah warga yang jumlahnya cukup banyak. Perekam video mengungkapkan alasan di balik tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh masyarakat di lokasi kejadian.

"Katanya doi suka malak pengamen, kalau nggak dikasih gitarnya dirusakin. Terus malak tukang ojek, kalau nggak dikasih rese," kata si perekam video.

Setelah aksi pemukulan berhenti, situasi di sekitar Stasiun Bogor berangsur mereda dan orang-orang yang terlibat dalam pengeroyokan mulai membubarkan diri. Kejadian ini memicu perdebatan di media sosial, di mana sejumlah warganet memberikan dukungan terhadap aksi tersebut sebagai hukuman bagi pelaku kejahatan.

"Usul! Kepada pengadilan Tipikor, Bentuk hukuman bagi koruptor adalah dihukum diserahkan kepada massa untuk dihajar dilapangan terbuka," tulis akun @Hbian***.

Narasi dukungan lain juga muncul dari pengguna internet yang menilai tindakan tegas diperlukan agar wilayah tersebut bersih dari praktik premanisme. Seruan untuk melakukan aksi serupa terhadap koruptor turut disuarakan oleh beberapa akun melalui kolom komentar.

"Contoh untuk daerah lain. Biar bersih dari premanisme dan koruptor sekalian, hajar massa," kata akun @DeniA***.

Meskipun banyak yang mendukung, terdapat pula kelompok masyarakat yang menyayangkan aksi kekerasan tersebut karena dinilai mengabaikan proses hukum yang berlaku. Komentar bernada prihatin muncul menanggapi banyaknya warga yang memilih untuk main hakim sendiri daripada melaporkan pelaku kepada pihak kepolisian.

"Sedih kali liatnya ges. Kenapa jadi pada main hakim sendiri sih?" imbuh akun @bibli***.

Pria yang diduga preman tersebut tidak lagi terlihat di lokasi setelah massa membubarkan diri, sementara pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi terakhir korban pengeroyokan tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi