Pengemudi Ojek Online Bekasi Sambut Penghapusan Layanan Hemat

Pengemudi Ojek Online Bekasi Sambut Penghapusan Layanan Hemat
Foto: Ilustrasi Pengemudi Ojek Online Bekasi Sambut Penghapusan Layanan Hemat.

Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di Kota Bekasi menyambut positif kebijakan penghapusan program langganan akses layanan "Hemat" serta rencana penurunan potongan komisi aplikasi pada Rabu (20/5/2026), karena dinilai meringankan beban operasional.

Langkah baru dari aplikator ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan harian para mitra pengemudi, seperti dilansir dari Megapolitan. Kebijakan tersebut diambil menyusul kondisi orderan para driver yang belakangan ini cenderung tidak menentu.

Seorang mitra pengemudi Gojek, Tugiyat (52), mengaku bersyukur atas perubahan skema ini karena pemangkasan potongan komisi akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan bersih yang dibawa pulang.

"Pastinya merasa senang ya. Jadi pendapatan mungkin agak lebih karena potongan itu kan berkurang. Dan semoga bebannya juga berkurang, tapi pendapatan per trip-nya itu nambah," ujar Tugiyat.

Tugiyat memaparkan situasi di lapangan bahwa penghasilan harian yang ia peroleh sering kali merosot akibat jumlah orderan yang tidak pasti.

"Kadang ya dapat Rp 100.000, kadang ya Rp 50.000. Enggak pasti lah," jelas Tugiyat.

Respons serupa disampaikan oleh mitra pengemudi Grab yang biasa beroperasi di sekitar wilayah Stasiun Bekasi, Supratman (50). Ia menyatakan kebijakan penyesuaian komisi dan penghapusan skema hemat sangat membantu mengurangi beban finansial.

Menurut Supratman, potongan sebesar 20 persen yang dibebankan pihak aplikator selama ini terasa sangat memberatkan kantong para pengemudi.

"Kalau potongannya diperkecil kan kitanya enggak terlalu beban banget. Kan enak gitu untuk driver," kata Supratman.

Ia menambahkan bahwa penghapusan paket hemat tersebut harus benar-benar diimplementasikan secara nyata agar kesejahteraan driver meningkat.

ÔÇ£Potongannya terlalu besar kalau 20 persen. Jadi bagus kalau paket hemat dibuang, dan komisinya diperkecil,ÔÇØ ujarnya.

Pekerjaan sebagai pengemudi ojol merupakan sumber pendapatan utama bagi Supratman dalam mencukupi kebutuhan keluarganya sehari-hari.

ÔÇ£Semoga nasib kami ke depan lebih baik lagi, lah,ÔÇØ ucapnya.

Secara resmi, Grab dan Gojek telah menghentikan program langganan akses layanan "Hemat" bagi mitra pengemudi sejak Selasa (19/5/2026) sebagai tindak lanjut arahan pemerintah. Sebelumnya, program ini mewajibkan pengemudi membayar biaya langganan untuk mendapatkan akses pada struktur tarif tertentu.

Selanjutnya, Gojek bakal memberlakukan potongan komisi aplikasi sebesar 8 persen per perjalanan, turun drastis dari tarif sebelumnya yang mencapai 20 persen. Walakin, konsumen masih bisa menikmati layanan perjalanan murah seperti GrabBike Hemat dan GoRide Hemat melalui penyesuaian tarif tertentu.

Saat ini, kedua perusahaan aplikator tersebut masih menunggu diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang akan mengatur ekosistem transportasi online secara lebih komprehensif.

Artikel terkait

Rekomendasi