PT Bank Central Asia Tbk (BCA) memperkuat komitmennya dalam memajukan ekonomi lokal melalui pengembangan desa wisata berbasis masyarakat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada Selasa (28/4/2026). Program Desa Bakti BCA ini difokuskan pada peningkatan daya tarik destinasi serta pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan wisata.
Langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan karakteristik unik dari setiap wilayah binaan guna memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi warga setempat. Dilansir dari Money, upaya tersebut mencakup integrasi teknologi digital dan pelestarian lingkungan pada objek wisata di Belitung.
"Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki," ujar EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA Hera F. Haryn.
Hera menjelaskan bahwa dukungan perusahaan diharapkan mampu menjadi katalisator bagi kemandirian masyarakat melalui sektor pariwisata. Inisiatif ini juga selaras dengan upaya pemerintah dalam mendongkrak sektor ekonomi kreatif di tingkat desa.
"Semoga dukungan kami bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat," lanjut Hera F. Haryn.
Salah satu pencapaian signifikan terlihat di Bukit Peramun yang telah ditetapkan sebagai hutan digital pertama berbasis masyarakat di Indonesia oleh MURI pada 2023. Kawasan yang dikelola Kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel ini memanfaatkan aplikasi virtual assistant dua bahasa untuk memandu wisatawan di lahan seluas 129 meter di atas permukaan laut tersebut.
Data kunjungan menunjukkan tren positif di mana jumlah wisatawan mancanegara di Bukit Peramun meningkat menjadi 485 orang pada 2025 dari sebelumnya 387 orang. Sementara itu, wisatawan domestik melonjak hingga mencapai 1.648 orang pada tahun yang sama.
Selain Bukit Peramun, Desa Wisata Kreatif Terong turut menjadi pusat pengembangan dengan memanfaatkan lahan bekas tambang timah yang direklamasi. Destinasi Wisata Aik Rusa Berehun di desa ini menyediakan panggung seni dan fasilitas bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka.
Pengunjung di Desa Terong dapat menikmati tradisi makan bedulang yang menyajikan kuliner khas seperti gangan ikan dan ayam kemiri dalam satu dulang besar. Pada tahun 2026, desa ini dipilih menjadi lokasi program Genera-Z Berbakti yang melibatkan mahasiswa untuk menghadirkan inovasi baru dalam pengelolaan desa wisata.