Pemerintah mewajibkan para pengelola Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih untuk mengikuti pelatihan dasar kemiliteran melalui Komponen Cadangan (Komcad) sebagai bagian dari penguatan ekonomi pedesaan pada Senin (4/5/2026). Kebijakan ini bertujuan menciptakan sumber daya manusia yang disiplin dalam mengelola program prioritas nasional, sebagaimana dilansir dari Suara.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan tahapan lanjutan bagi peserta yang telah lolos seleksi kompetensi, mental ideologi, dan kesehatan. Selain fisik, para peserta juga akan dibekali ilmu manajemen untuk mengelola distribusi pangan dan subsidi.
"Pengumuman hasil tes akhir dijadwalkan 7 Juni 2026. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pelatihan dasar kemiliteran Komcad serta pelatihan manajerial dan kompetensi bidang," ujar Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Kementerian Koordinator Bidang Pangan menekankan bahwa fokus utama program ini adalah membangun kader penggerak ekonomi desa yang memiliki jiwa kepemimpinan matang. Kopdes Merah Putih nantinya akan berfungsi sebagai pembeli siaga atau offtaker terhadap hasil produksi lokal untuk menjaga stabilitas harga.
"Kalau harga gabah ditentukan Rp6.500 tetapi di pasar jatuh, Kopdes harus bisa beli. Jadi dia offtaker," tegas Zulkifli Hasan.
Lebih lanjut, koperasi tersebut akan menjadi pintu tunggal penyaluran berbagai bantuan sosial, mulai dari pupuk subsidi hingga gas melon, guna memastikan distribusi tepat sasaran. Saat ini, sebanyak 639.732 pendaftar tengah memperebutkan 35.476 formasi melalui tes Computer Assisted Test (CAT) yang tersebar di 72 lokasi di Indonesia.