Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia menyusut ke angka 4,68 persen pada Februari 2026, berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada Selasa (5/5/2026). Pencapaian ini menandai penurunan tipis sebesar 0,08 persen poin dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti memberikan rincian bahwa perbaikan data ketenagakerjaan ini menyentuh berbagai segmen penduduk secara inklusif. Penurunan tersebut tercatat konsisten baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan, serta pada kelompok penduduk laki-laki dan perempuan.
"Jika diperinci, penurunan TPT pada Februari 2026 dibandingkan dengan Februari 2025 terjadi baik pada penduduk laki-laki maupun perempuan, serta terjadi baik di wilayah perkotaan maupun di pedesaan," kata Amalia, Kepala BPS.
Amalia menjelaskan lebih lanjut mengenai kondisi angkatan kerja saat ini yang belum terserap sepenuhnya oleh pasar tenaga kerja nasional. Meski ada perbaikan persentase, volume pengangguran masih berada di angka jutaan orang.
"Per Februari 2026, Amalia menyampaikan angkatan kerja yang tidak terserap pasar kerja menjadi pengangguran sebanyak 7,24 juta orang," lapor Amalia, Kepala BPS.
Data dilansir dari Ekonomi menunjukkan disparitas geografis masih terjadi, di mana TPT perkotaan mencapai 5,60 persen, jauh melampaui wilayah pedesaan yang sebesar 3,20 persen. Berdasarkan gender, tingkat pengangguran laki-laki tercatat 4,88 persen, sementara perempuan berada di angka 4,36 persen.
Meskipun tren TPT terus melandai dari 5,83 persen pada Februari 2022 hingga 4,68 persen saat ini, jumlah absolut pengangguran cenderung stagnan di angka 7,2 juta orang dalam dua tahun terakhir. Secara tahunan, terdapat pengurangan jumlah penganggur sebanyak 35.000 orang dibandingkan Februari 2025.
Sisi positif terlihat dari lonjakan jumlah penduduk bekerja yang kini mencapai 147,67 juta orang atau tumbuh 1,9 juta orang secara tahunan. Sektor pekerja penuh mendominasi penambahan tersebut dengan kenaikan 2,11 juta orang sehingga totalnya menjadi 98,59 juta orang.
Kelompok pekerja paruh waktu juga mengalami pertumbuhan sebesar 0,73 juta orang menjadi 38,35 juta orang. Sementara itu, BPS mencatat kategori setengah pengangguran turun signifikan sebanyak 940.000 orang menjadi 10,73 juta orang pada periode Februari 2026.