BPS Catat Pengangguran 7,24 Juta Orang Per Februari 2026

BPS Catat Pengangguran 7,24 Juta Orang Per Februari 2026
Foto: Ilustrasi BPS Catat Pengangguran 7,24 Juta Orang Per Februari 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,24 juta orang atau sebesar 4,68 persen dari total angkatan kerja pada Februari 2026. Fenomena kesenjangan kesiapan kerja atau 'The Great Preparation Gap' dinilai menjadi penghambat utama penyerapan tenaga kerja di pasar rekrutmen modern.

Data tersebut menunjukkan bahwa dari total 154,91 juta angkatan kerja, jutaan orang masih belum terserap meski tren penurunan mulai terlihat. Dilansir dari Suara, perusahaan teknologi rekrutmen TalentGO.AI menyebutkan bahwa kegagalan pelamar sering kali disebabkan oleh ketidakmampuan mengomunikasikan kompetensi secara efektif dalam proses seleksi awal.

CEO & Founder TalentGO.AI, Valencia Gabriella, memberikan penjelasan mengenai kondisi ekosistem ketenagakerjaan saat ini pada Rabu (13/5/2026) di Jakarta. Ia menyoroti adanya hambatan dalam proses pencocokan profil kandidat dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh perusahaan pemberi kerja.

"Meski angka pengangguran turun dibandingkan dengan tahun sebelumnya, skala pencari kerja yang masih belum terserap menunjukkan bahwa proses pencocokan antara kandidat dan kebutuhan perusahaan tetap menjadi pekerjaan besar bagi ekosistem ketenagakerjaan," ujar Valencia Gabriella, CEO & Founder TalentGO.AI.

Valencia menambahkan bahwa paradigma pencari kerja yang hanya mengandalkan kuantitas lamaran perlu diubah menjadi fokus pada kualitas persiapan diri. Banyak kandidat dinilai gagal menjelaskan nilai diri dan pengalaman mereka secara jelas melalui berbagai dokumen pendukung maupun saat tahapan wawancara.

"Padahal, dalam rekrutmen modern, kualitas kesiapan justru menjadi pembeda. CV harus bisa menunjukkan relevansi, ekspektasi gaji harus berbasis data pasar, dan saat interview kandidat perlu mampu menjelaskan pengalaman dengan struktur yang masuk akal bagi rekruter," kata Valencia Gabriella, CEO & Founder TalentGO.AI.

Tantangan lain yang dihadapi pelamar adalah penggunaan teknologi Applicant Tracking System (ATS) oleh perusahaan untuk menyaring dokumen secara otomatis. TalentGO.AI mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen lamaran gugur di tahap awal karena CV tidak ramah sistem ATS atau tidak optimal.

Riset internal perusahaan mencatat penyesuaian sederhana pada judul pekerjaan dapat meningkatkan peluang panggilan wawancara hingga 3,5 kali lipat. Kedepannya, teknologi kecerdasan buatan diharapkan dapat berfungsi sebagai pendamping karier untuk membantu kandidat memahami kebutuhan industri dan melakukan negosiasi gaji berdasarkan data pasar.

Artikel terkait

Rekomendasi