Arus pendatang baru ke Jakarta pascalebaran 2026 mengalami penurunan signifikan dibandingkan periode tahun-tahun sebelumnya menurut data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) DKI Jakarta. Fenomena ini mencerminkan perubahan pola mobilitas penduduk yang telah terjadi secara bertahap sejak 2021.
Dilansir dari Megapolitan, data resmi menunjukkan bahwa pada periode 25 Maret hingga 30 April 2026, tercatat hanya ada 12.766 jiwa pendatang baru yang masuk ke Ibu Kota. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan periode 2021 hingga 2023 yang konsisten berada di atas 20.000 jiwa.
Kepala Disdukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto menjelaskan bahwa situasi ini sudah sesuai dengan pemantauan tren dalam beberapa tahun terakhir. Penurunan mulai terlihat tajam pada 2024 dan 2025 dengan jumlah pendatang di kisaran 16.000 jiwa.
"Arus pendatang baru ke Jakarta pascalebaran 2026 tercatat menurun," ujar Denny, Kepala Disdukcapil DKI Jakarta.
Pihak kependudukan menegaskan bahwa penurunan ini selaras dengan estimasi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah daerah sebelumnya mengenai perubahan daya tarik Ibu Kota.
"Data tersebut sesuai dengan prediksi sebagaimana yang telah disampaikan oleh Gubernur DKI Jakarta," kata Denny, Kepala Disdukcapil DKI Jakarta.
Berbanding terbalik dengan arus masuk, jumlah warga yang keluar dari Jakarta justru melonjak hingga 22.617 jiwa pada periode yang sama. Denny menyebutkan bahwa penataan administrasi kependudukan berdasarkan domisili fisik menjadi pemicu utama warga melaporkan perpindahan keluar.
"Melalui program ini, mereka melakukan penyesuaian administrasi kependudukan agar sesuai dengan domisili sebenarnya," ujar Denny, Kepala Disdukcapil DKI Jakarta.
Faktor lain seperti tingginya biaya hidup dan pertumbuhan pusat ekonomi di wilayah penyangga turut mendorong warga usia produktif untuk pindah. Data menunjukkan 71,57 persen warga yang keluar merupakan kelompok usia produktif dengan alasan utama terkait ketersediaan perumahan.
| Kategori | Jumlah Jiwa | Alasan Utama |
|---|---|---|
| Pendatang Baru | 12.766 | Faktor Keluarga (33,72%) |
| Warga Keluar | 22.617 | Masalah Perumahan |
| Persentase Usia Produktif (Keluar) | 71,57% | Ekonomi dan Domisili |
Meskipun jumlahnya menurun, pendatang baru yang masuk ke Jakarta masih didominasi oleh usia produktif. Namun, motivasi perpindahan kini lebih banyak dipengaruhi oleh faktor keluarga sebesar 33,72 persen daripada sekadar mencari pekerjaan di wilayah DKI Jakarta.