Pendapatan Harga Karbon Global Cetak Rekor US$107 Miliar

Pendapatan Harga Karbon Global Cetak Rekor US$107 Miliar
Foto: Ilustrasi Pendapatan Harga Karbon Global Cetak Rekor US$107 Miliar.

Pendapatan global yang bersumber dari kebijakan penetapan harga emisi karbon atau carbon pricing berhasil memecahkan rekor baru dengan mencapai US$107 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebesar 2% jika dibandingkan dengan perolehan pada tahun sebelumnya, seperti dilansir dari Internasional.

Bank Dunia memublikasikan data tersebut melalui laporan teranyar yang berjudul State and Trends of Carbon Pricing 2026. Dalam laporan itu disebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan terjadi seiring dengan semakin banyaknya negara yang menerapkan instrumen pajak karbon maupun sistem perdagangan emisi atau emissions trading system (ETS).

Skema ETS atau yang dikenal sebagai cap-and-trade memberikan ruang bagi perusahaan untuk melakukan transaksi jual beli izin emisi karbon dalam batasan tertentu. Mekanisme ini diterapkan dengan tujuan untuk menekan tingkat polusi sekaligus mendukung pencapaian target iklim.

Berdasarkan catatan dari Bank Dunia, sekitar 30% dari total emisi gas rumah kaca di tingkat global saat ini telah masuk dalam cakupan kebijakan harga karbon langsung. Implementasi ini tersebar melalui 87 kebijakan yang sekarang sudah berjalan di berbagai negara.

Sejumlah negara baru juga dilaporkan mulai menerapkan kebijakan pengendalian emisi tersebut. Beberapa di antaranya meliputi India, Japan, Mauritania, Serbia, dan Vietnam.

Langkah serupa juga sedang dipersiapkan oleh negara lain seperti Brasil dan Turki yang kini tengah aktif mengembangkan kebijakan sejenis. Apabila seluruh regulasi yang sedang dirancang tersebut resmi berjalan, maka hampir sepertiga emisi gas rumah kaca di dunia bakal diatur di bawah skema ETS atau pajak karbon.

Kenaikan Signifikan Rata-Rata Harga

Laporan Bank Dunia turut memaparkan bahwa rata-rata harga karbon di dunia telah mengalami lonjakan hingga dua kali lipat dalam kurun waktu satu dekade ke belakang. Kenaikan nilai ini mencerminkan komitmen global yang semakin ketat terhadap pembatasan polusi.

Pada tahun 2016, rata-rata harga karbon dunia berada di angka kisaran US$10 per ton karbon dioksida ekuivalen (tCO2e). Namun, nominal tersebut merangkak naik hingga menyentuh hampir US$21 per tCO2e pada tahun 2026.

Faktor utama yang memicu lonjakan rata-rata harga ini yaitu adanya kenaikan nilai yang signifikan dalam sistem perdagangan emisi di pelbagai kawasan. Bank Dunia menilai ekspansi kebijakan harga karbon menjadi instrumen krusial bagi tiap negara guna memenuhi target reduksi emisi dan memuluskan transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Artikel terkait

Rekomendasi