Tim SAR Temukan Dua Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono

Tim SAR Temukan Dua Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono
Foto: Ilustrasi Tim SAR Temukan Dua Pendaki Singapura Tewas di Gunung Dukono.

Tim SAR gabungan menemukan dua pendaki asal Singapura, Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27), dalam kondisi meninggal dunia akibat erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara pada Minggu (10/5/2026).

Dilansir dari Detik Travel, jasad kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di lokasi yang berjarak sekitar 13 meter dari bibir kawah. Penemuan ini terjadi pada hari ketiga operasi pencarian setelah rombongan pendaki dilaporkan terjebak erupsi sejak Jumat (8/5/2026).

Kepala Kantor Basarnas Ternate, Iwan Ramdani menjelaskan bahwa posisi kedua jenazah ditemukan dalam keadaan yang memprihatinkan di satu titik evakuasi.

"Kedua korban berada dalam satu titik dengan posisi terhimpit batu besar. Keduanya saling berpelukan dan kondisi tubuh sudah tidak utuh," ungkap Iwan, Minggu (10/5/2026).

Setelah berhasil dievakuasi dari bibir gunung, petugas membawa kantong jenazah menuju posko induk di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, dan tiba pada pukul 17.43 WIT. Tim medis kemudian mengarahkan jenazah ke fasilitas kesehatan untuk proses lebih lanjut.

"Jenazah korban sekarang sudah dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi," tutur Iwan.

Iwan juga mengonfirmasi bahwa penemuan kedua warga negara asing ini melengkapi total tiga korban jiwa dalam tragedi tersebut, setelah sebelumnya seorang pendaki asal Jayapura bernama Enjel ditemukan lebih dulu pada Sabtu (9/5/2026).

"Dengan telah ditemukannya korban, maka operasi SAR selesai. Saat ini, seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing disertai ucapan terima kasih," imbuhnya.

Pemerintah Singapura memberikan respons resmi terkait upaya penyelamatan yang dilakukan oleh otoritas Indonesia di medan yang sangat berbahaya akibat material pasir vulkanik.

"Kementerian Luar Negeri ingin menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak berwenang Indonesia, khususnya tim pencarian dan penyelamatan yang terdiri dari lebih dari 150 personel, atas upaya mereka dalam kondisi yang sangat sulit dan berbahaya," kata Kementerian Luar Negeri Singapura, melalui situs resminya, Senin (11/5/2026).

Tragedi ini memicu penyelidikan kepolisian karena jalur pendakian Gunung Dukono sebenarnya telah ditutup sejak 17 April 2026 melalui surat keputusan Dinas Pariwisata Halmahera Utara akibat status waspada (Level 2). Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu menyatakan pihaknya sedang memeriksa enam orang saksi yang terdiri dari pemandu dan porter.

"Yang diperiksa 6 orang, guide-nya sama porter," ungkap Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu kepada detikcom, Minggu (10/5).

Pihak kepolisian masih menelusuri rute pendakian yang digunakan rombongan tersebut sehingga bisa mencapai area kawah tanpa terdeteksi petugas di pos penjagaan.

"Kalau orang ngumpet-ngumpet naik gimana, apa kita bisa lihat juga," imbuhnya.

Artikel terkait

Rekomendasi