Pengelola basecamp Gunung Andong di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, tengah melacak identitas rombongan pendaki yang membawa pengeras suara (speaker) berukuran besar saat melakukan pendakian pada Minggu (19/4/2026). Aksi tersebut memicu kecaman luas dari warganet setelah rekaman videonya viral di media sosial.
Video yang diunggah akun Instagram @rina_sept27 memperlihatkan seorang pendaki pria menggendong speaker berwarna hijau-kuning sambil memutar musik di sepanjang jalur pendakian. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Travel, rekaman tersebut telah ditonton lebih dari 202.000 kali karena dianggap mengganggu kenyamanan pendaki lain.
Admin basecamp Gunung Andong, Khoirul Umam, menyatakan bahwa pihak pengelola merasa kecolongan akibat lonjakan pengunjung pada akhir pekan tersebut. Ia menjelaskan bahwa pada hari biasa jumlah pendaki hanya sekitar 200 orang, namun pada saat kejadian jumlahnya melonjak hingga 1.500 pengunjung.
"Mohon maaf sebelumnya, itu bukan diizinkan. Sebenarnya pengelola basecamp Gunung Andong kecolongan," kata Khoirul.
Hingga saat ini, pihak basecamp masih terus berupaya mengidentifikasi pendaki yang bersangkutan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Khoirul menegaskan bahwa sanksi tegas telah disiapkan bagi pelanggar aturan ketertiban tersebut.
"Jika ketemu akan di-blacklist (masuk daftar hitam) dan klarifikasi," ujar Khoirul.
Larangan membawa pengeras suara merupakan bagian dari aturan ketat di Gunung Andong, selain larangan membawa minuman keras, obat terlarang, tisu basah, dan kembang api. Pengelola berkomitmen untuk memperketat pengawasan barang bawaan pendaki di masa mendatang.
"Untuk ke depannya pengelola akan lebih ketat untuk aturan yang sekiranya tidak boleh dibawa ke Gunung Andong," ujar Khoirul.
Langkah preventif ini diambil guna memastikan keamanan dan kenyamanan ekosistem serta para pendaki lainnya. Pihak pengelola berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemeriksaan di pintu masuk.
"Pengelola akan terus meningkatkan aturan ketat yang berlaku agar kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi," sambung Khoirul.