Kemenkeu Copot Dirjen Anggaran Akibat Celah Sistem Pengadaan Motor Listrik

Kemenkeu Copot Dirjen Anggaran Akibat Celah Sistem Pengadaan Motor Listrik
Foto: Ilustrasi Kemenkeu Copot Dirjen Anggaran Akibat Celah Sistem Pengadaan Motor Listrik.

Menteri Keuangan Purbaya mencopot Luky Alfirman dari jabatan Direktur Jenderal Anggaran setelah sistem elektronik kementerian tersebut mengalami kebocoran yang meloloskan pengadaan puluhan ribu motor listrik pada Kamis (7/5/2026). Insiden ini mengakibatkan anggaran senilai ribuan unit kendaraan tetap terserap meski sebelumnya telah ditolak secara resmi.

Dilansir dari Suara, inefisiensi ini berawal dari adanya celah keamanan atau loophole pada perangkat lunak milik Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Akibat kegagalan sistem tersebut, pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk operasional Badan Gizi Nasional (BGN) tetap berjalan di tengah upaya pengetatan disiplin anggaran.

Menteri Keuangan Purbaya memberikan konfirmasi terkait alasan pencopotan jabatan strategis tersebut saat ditemui pada Senin (11/5/2026). Selain Luky, posisi Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal yang dijabat Febrio Nathan Kacaribu juga mengalami perombakan dalam momentum pembersihan internal ini.

"Mungkin (karena hal itu). Anda tebak sendiri," kata Purbaya, Senin (11/5/2026).

Keputusan tegas ini diambil setelah bendahara negara tersebut mendapati instruksi pemblokiran anggaran tidak berjalan efektif pada sistem otomatis DJA. Perangkat lunak yang seharusnya menjadi benteng pertahanan fiskal justru gagal menyaring usulan yang sudah tidak disetujui pimpinan.

"Itu software dari Ditjen Anggaran, sedang diperbaiki sehingga enggak kebobolan kayak kemarin. Ya kan kebobolan, tahun lalu. Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, jadi sudah saya tolak," ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa, Kamis (7/5/2026).

Kegagalan teknis ini menjadi catatan buruk bagi karier Luky Alfirman yang telah mengabdi di Kementerian Keuangan sejak tahun 1995. Meski memiliki latar belakang pendidikan tinggi dari University of Colorado, tanggung jawabnya sebagai pengelola APBN kini dipertanyakan akibat lemahnya pengawasan terhadap sistem digital organisasi.

Di sisi lain, pihak pengguna anggaran mengonfirmasi bahwa proses pengadaan telah selesai dilaksanakan sesuai dengan data yang masuk ke sistem. Kepala BGN Dadan Hindayana menyatakan bahwa ribuan unit kendaraan tersebut kini difungsikan untuk mendukung mobilitas program strategis nasional.

Dadan Hindayana mengonfirmasi bahwa belasan ribu unit motor listrik telah dibeli untuk menunjang mobilitas operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tahun 2025. Perbedaan posisi ini menegaskan adanya koordinasi yang tidak sinkron antara otoritas fiskal dengan lembaga pelaksana akibat celah pada sistem filtrasi anggaran.

Artikel terkait

Rekomendasi