Avi Catering Putus Kontrak Shindy Lutfiana Buntut Polemik LCC MPR RI

Avi Catering Putus Kontrak Shindy Lutfiana Buntut Polemik LCC MPR RI
Foto: Ilustrasi Avi Catering Putus Kontrak Shindy Lutfiana Buntut Polemik LCC MPR RI.

Pembawa acara Shindy Lutfiana resmi diputus hubungan kerjanya oleh pihak Avi Catering setelah pernyataannya dalam lomba LCC Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi di Pontianak memicu kegaduhan publik pada Mei 2026.

Keputusan tegas tersebut diambil oleh penyedia jasa acara itu menyusul reaksi negatif warganet terhadap sikap Shindy yang dinilai tidak bijak saat menanggapi protes peserta lomba dari SMAN 1 Pontianak. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Suara, pemutusan kerja ini merupakan dampak langsung dari sorotan tajam publik di media sosial.

Pihak manajemen melalui akun media sosial resminya menyatakan bahwa kerja sama dengan sang pembawa acara telah berakhir secara resmi sejak pertengahan Mei lalu.

"Per Tanggal 12 Mei 2026, Avi Catering Resmi memutus hubungan kerja dengan MC yang bernama Shindy Lutfiana IG: shindy_mcwedding," tulis pihak Avi Catering.

Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan yang muncul akibat insiden di atas panggung tersebut.

"Mohon Maaf atas Kegaduhan yang Terjadi. Semoga kita semua dapat mengambil Hikmah dari Kejadian ini," ucap pihak Avi Catering.

Ketegangan bermula ketika Shindy memberikan komentar terhadap keberatan peserta terkait penilaian dewan juri mengenai mekanisme pemilihan anggota BPK yang dinyatakan salah. Pembawa acara tersebut kemudian membela kompetensi juri di hadapan para peserta yang sedang berkompetisi.

"Mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja, nanti bisa dilihat tayangan ulangnya," ujar Shindy saat memandu acara.

Setelah potongan video tersebut viral dan mengundang hujatan, Shindy Lutfiana akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf melalui akun Instagram pribadinya. Ia mengakui bahwa tindakannya telah menyinggung banyak pihak, terutama institusi pendidikan yang terlibat.

"Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya," tulis Shindy.

Dalam pernyataan penutupnya, ia menyadari dampak dari ucapannya yang menimbulkan kekecewaan mendalam bagi para peserta dan keluarga besar sekolah terkait.

"Saya menyadari sepenuhnya bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan melukai perasaan berbagai pihak," tutup Shindy.

Artikel terkait

Rekomendasi