TNI Angkatan Darat tengah mengupayakan pemulangan jenazah Praka Rico Pramudia, personel satgas UNIFIL yang gugur di Beirut, Lebanon, pada Jumat (24/4/2026). Prajurit tersebut mengembuskan napas terakhir di rumah sakit setelah menjalani perawatan intensif akibat luka-luka yang dideritanya dalam sebuah serangan senjata.
Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono mengonfirmasi bahwa pihak pimpinan telah menyampaikan kabar duka ini kepada keluarga korban secara langsung. Dilansir dari Kompas, institusi militer tersebut kini memprioritaskan penyelesaian prosedur administratif agar almarhum bisa segera dipulangkan ke tanah air sesuai keinginan keluarga.
Brigjen Donny Pramono memberikan penegasan mengenai status terkini dari penanganan kepulangan personel TNI AD yang gugur dalam tugas internasional tersebut.
"Proses administrasi pemulangan jenazah almarhum tengah dilaksanakan dan TNI telah menyampaikan kabar duka kepada keluarga," kata Donny Pramono, Kadispenad.
Pihak TNI AD menyatakan belasungkawa yang mendalam atas pengabdian terakhir Rico, meski jadwal pasti pendaratan jenazah di Indonesia masih menunggu kepastian administratif di Lebanon.
"Rencana pemakaman akan dilaksanakan sesuai dengan keputusan keluarga." kata Donny Pramono, Kadispenad.
Kematian Praka Rico menambah daftar panjang kehilangan bagi kontingen Indonesia di Lebanon, yang mencatat total empat prajurit gugur sepanjang periode Maret hingga April 2026. Rico sebelumnya menjadi korban serangan yang terjadi di dekat Adchit Al-Qusayr pada 29 Maret lalu, yang pada saat itu juga menewaskan Kopda Farizal Romadhon.
Selain insiden tersebut, dua prajurit lain atas nama Mayor Zulmi Aditya Iskandar dan Serka Muhammad Nur Ichwan juga kehilangan nyawa akibat ledakan bom pada 30 Maret saat mengawal konvoi. Kabar meninggalnya Rico baru dikonfirmasi secara resmi oleh pihak otoritas perdamaian dunia di wilayah tersebut setelah kondisi kesehatannya menurun.
"UNIFIL menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga dan sahabat dari Kopral Pramudia serta kepada TNI, pemerintah, dan rakyat Indonesia atas kehilangan yang tragis dan tak tergantikan ini," demikian pernyataan UNIFIL.