Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Krisis Air El Nino

Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Krisis Air El Nino
Foto: Ilustrasi Pemprov DKI Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Krisis Air El Nino.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan teknologi modifikasi cuaca guna mengantisipasi ancaman krisis air bersih selama musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung hingga September 2026, dilansir dari Megapolitan.

Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta Bidang Pembangunan dan Tata Ruang, Nirwono Joga, menjelaskan bahwa rekayasa cuaca ini bertujuan memicu curah hujan di tengah kekeringan. Upaya ini merupakan langkah proaktif pemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan cadangan air baku.

"Kalau saat musim hujan kemarin modifikasi cuaca dilakukan untuk mengurangi curah hujan, maka pada musim kemarau bisa dilakukan untuk mendatangkan hujan," kata Nirwono usai Focus Group Discussion (FGD) di Jakarta, Selasa (12/5/2026), dikutip dari Antara.

Nirwono menekankan bahwa penanganan masalah air memerlukan sinergi antara pemerintah, DPRD, PAM Jaya, hingga partisipasi aktif masyarakat. Selain modifikasi cuaca, Pemprov DKI berupaya mengoptimalkan fungsi sungai dan waduk serta memperketat pengawasan penggunaan air tanah.

Meski demikian, terdapat kendala dalam penegakan aturan pembatasan air tanah, terutama pada lokasi yang belum terjangkau layanan pipa. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam melakukan transisi penggunaan sumber air.

"Kalau belum ada jaringan perpipaan lalu diminta memakai air PAM tentu tidak mudah," kata Nirwono.

Data PAM Jaya menunjukkan bahwa perusahaan telah menambah 1,18 juta sambungan baru atau mencapai 81,11 persen dari target total 2,01 juta sambungan. Fokus utama saat ini adalah memastikan pasokan bagi warga yang tidak lagi menggunakan air tanah.

"Sejauh ini kami belum melihat adanya potensi kekurangan suplai air perpipaan. Namun, kekeringan kemungkinan berdampak pada warga yang masih menggunakan air tanah," kata Senior Manager Corporate dan Customer Communication PAM Jaya Gatra Vaganza.

Koordinator Presidium Koalisi Air Tanah Jakarta (JATA), Laode Kamaludin, mengungkapkan bahwa 40 persen penduduk Jakarta masih mengeksploitasi air tanah. Praktik ini dinilai mempercepat penurunan muka tanah, khususnya di kawasan Jakarta Utara.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tetap menginstruksikan percepatan pengerukan sungai meski BMKG telah mengeluarkan peringatan periode El Nino. Langkah ini diambil karena cuaca ekstrem yang masih sering terjadi secara tiba-tiba.

"BMKG secara resmi sebenarnya sudah menyampaikan bahwa bulan April akhir sampai dengan September itu akan El Nino," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Pramono mencatat adanya anomali cuaca di mana curah hujan masih tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Data mencatat intensitas hujan sempat menyentuh angka 150 milimeter per hari yang memicu genangan di beberapa titik ibu kota.

"Tetapi kenyataannya beberapa kali masih hujan, termasuk yang kemarin dengan curah hujan yang hampir 150 milimeter per hari yang menyebabkan banjir," kata Pramono.

Bappeda dan Dinas Sumber Daya Air (SDA) diminta tetap waspada serta fokus membersihkan sumbatan sampah di aliran sungai. Pramono menegaskan agar masalah hambatan aliran air akibat limbah padat tidak terulang kembali.

"Itu yang nggak boleh terjadi lagi," ujarnya.

Artikel terkait

Rekomendasi