Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan rekayasa lalu lintas di sekitar proyek pembangunan jalan layang (flyover) Latumeten, Jakarta Barat, seiring dimulainya tahapan erection girder pada Kamis (21/5/2026).
Langkah penyesuaian arus ini diterapkan guna memperlancar pengangkatan serta pemasangan gelagar beton pracetak yang menjadi struktur utama jalan layang tersebut. Kebijakan ini diambil demi memastikan keselamatan para pengguna jalan, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Pihak berwenang mengumumkan bahwa pengerjaan konstruksi di sisi barat Jalan Latumenten dijadwalkan berlangsung pada 18-26 Mei 2026 mulai pukul 22.00 hingga 04.00 WIB. Sementara itu, untuk sisi timur Jalan Makaliwe Raya, pengerjaan akan dilakukan pada 29 Mei sampai 5 Juni 2026 pada jam yang sama.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengharapkan kerja sama dari pengendara yang melintasi kawasan tersebut untuk mengantisipasi gangguan perjalanan.
ÔÇ£Kami mengimbau masyarakat agar menyesuaikan waktu perjalanan dan mematuhi rambu maupun arahan petugas di lapangan,ÔÇØ kata Siti Dinarwenny, Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta.
Manajemen lalu lintas di sisi barat mengarahkan kendaraan besar dari arah selatan (flyover Grogol), timur (Roxy), dan barat (Jalan Daan Mogot) menuju utara untuk dialihkan melalui Jalan Daan Mogot menuju Jalan Pangeran Tubagus Angke. Pengendara mobil kecil dipersilakan memanfaatkan rute alternatif seperti Jalan Hadiah, Jalan Hadiah I, Jalan Hadiah II, Jalan Prof Dr Latumeten Barat 3, Jalan Dr Susilo I, Jalan Dr Muwardi I, Jalan Dr Muwardi II, Jalan Dr Muwardi, serta Jalan Semeru.
Sebaliknya, arus kendaraan dari arah utara menuju selatan tetap dapat melintas tanpa pengalihan di jalur utama tersebut. Manajemen proyek tetap berupaya menjaga ketepatan waktu penyelesaian pembangunan.
ÔÇ£Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin ditimbulkan selama proses pekerjaan berlangsung,ÔÇØ ujarnya.
Untuk skenario di sisi timur, kendaraan besar dari arah utara menuju selatan bakal diarahkan memutar balik sebelum Season City menuju Jalan Prof Dr Latumeten, Jalan Pangeran Tubagus Angke, dan Jalan Daan Mogot, atau berbelok kanan di simpang Jembatan Dua. Kendaraan kecil dapat melintasi Jalan Semeru, Jalan Dr Muwardi, Jalan Dr Susilo I, serta Jalan Dr Semeru I.
Pembangunan infrastruktur ini diproyeksikan memberikan dampak jangka panjang bagi mobilitas masyarakat di kawasan sekitar. Infrastruktur baru ini dirancang untuk memisahkan arus kendaraan bermotor dengan lintasan kereta api guna menekan angka kecelakaan dan memangkas waktu tempuh kendaraan.
ÔÇ£Keberadaan jalan layang ini juga akan memudahkan perpindahan pengguna moda transportasi dengan adanya TOD Stasiun Grogol dengan Halte Transjakarta atau Jaklingko maupun transportasi umum lainnya,ÔÇØ kata Siti.