Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengumumkan pemberlakuan efektif Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day di Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, mulai 1 Juni 2026. Keputusan ini diambil setelah pelaksanaan perdana pada Minggu (10/5/2026) mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Dilansir dari Megapolitan, kebijakan penambahan lokasi car free day (CFD) ini bertujuan untuk memecah konsentrasi massa yang selama ini terpusat di kawasan Sudirman-Thamrin. Pelaksanaan kegiatan di jalur protokol Jakarta Selatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 05.30 WIB.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa jadwal operasional di lokasi baru ini akan disamakan dengan titik CFD lainnya yang sudah ada sebelumnya.
"Dan tadi teman-teman pasti juga sempat melihat bahwa suasana car free day yang kita adakan di tempat ini, yang dimulai dari jam 05.30 sama dengan di Sudirman-Thamrin, nantinya secara efektif akan kami lakukan per 1 Juni," kata Pramono, Gubernur DKI Jakarta.
Pramono menjelaskan bahwa pembukaan jalur tersebut merupakan respons atas permintaan publik yang mengharapkan adanya ruang terbuka baru untuk berolahraga di Jakarta.
"Kenapa ini diadakan? Karena memang permintaan publik yang luar biasa dan tadi saya juga surprise, kaget, baru hari pertama untuk car free day ternyata dari pagi, kebetulan saya tadi juga sudah jalan kaki, berjalan dengan baik dan masyarakat sangat antusias," ujarnya, Pramono.
Sejumlah warga yang hadir pada uji coba perdana memberikan apresiasi terhadap langkah pemerintah daerah. Nini, seorang warga asal Tangerang Selatan, menyebut lokasi ini sebagai pilihan lain bagi masyarakat.
"CFD di HI udah lumayan lama jadi mungkin coba lokasi baru enggak ada salahnya," tutur Nini, Warga Tangerang Selatan.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Ben, warga yang merasa jenuh dengan kepadatan di kawasan pusat kota Jakarta.
"Ya kan ada juga yang udah males ke CFD di Bunderan HI. Soalnya juga ada yang merasa bosan kan," ungkap Ben, Warga.
Sementara itu, Faisal menyoroti kenyamanan bergerak di Jalan H.R. Rasuna Said yang dinilai lebih leluasa dibandingkan kawasan Sudirman-Thamrin yang seringkali terlalu padat.
"Di sana (Sudirman-Thamrin) kadang penuh banget juga jadi kalau ada orang mau sepedaan jadi agak sulit," ungkap Faisal, Warga.
Meski mengakui adanya perbedaan luas jalan, Faisal berpendapat bahwa diversifikasi lokasi merupakan solusi untuk mencegah penumpukan warga.
"Emang sih di sini (CFD Rasuna Said) enggak seluas CFD di HI. Tapi seenggaknya orang jadi engga cuma kekumpul di satu lokasi aja," imbuh Faisal, Warga.