Pemkot Yogyakarta Pastikan Kelayakan Sapi Kurban RI 1

Pemkot Yogyakarta Pastikan Kelayakan Sapi Kurban RI 1
Foto: Ilustrasi Pemkot Yogyakarta Pastikan Kelayakan Sapi Kurban RI 1.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo meninjau langsung proses penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Giwangan, Kota Yogyakarta, pada Rabu (27/5). Langkah ini dilakukan demi menjamin seluruh proses pemotongan berjalan secara higienis, aman, dan profesional.

Seperti dilansir dari Media Indonesia, salah satu ternak yang disembelih dalam pemantauan tersebut merupakan sapi bantuan Presiden Republik Indonesia jenis Simmental Limousin yang memiliki berat mencapai 1 ton. Distribusi daging dari sapi kepresidenan ini ditargetkan menyasar 300 kepala keluarga di kawasan Kampung Gemblakan Bawah, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta yang banyak dihuni warga kurang mampu.

"Bantuan ini dapat memberikan kebahagiaan dan mempererat semangat kebersamaan masyarakat saat Hari Raya Iduladha," ungkap Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.

Melalui peninjauan ini, pemangku kebijakan setempat juga mengingatkan warga yang menyelenggarakan penyembelihan mandiri di luar fasilitas RPH resmi untuk tetap menjaga sanitasi lingkungan sekitar.

ÔÇ£Takmir masjid diharapkan membuat saluran pembuangan khusus supaya limbah tidak dibuang sembarangan,ÔÇØ terang Hasto Wardoyo, Wali Kota Yogyakarta.

Guna memperluas jangkauan pengawasan, Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) turut memobilisasi 20 mahasiswa pilihan sebagai pengawas pemotongan di wilayah luar RPH Kota Yogyakarta sejak 26 hingga 29 Mei 2026. Penugasan lapangan tersebut merupakan bagian dari realisasi kerja sama bersama Dinas Pertanian dan Pangan Pemerintah Kota Yogyakarta.

ÔÇ£Kegiatan pengawasan teknis dan pembekalan komprehensif ini krusial agar para mahasiswa mampu mengawal proses penyembelihan secara halal sekaligus memastikan penerapan prinsip animal welfare serta pemeriksaan post-mortem berjalan optimal di lapangan,ÔÇØ kata Dr. Ir. Endy Triyannanto, S.Pt., M.Eng., IPM., ASEAN Eng., Ketua Jagal Halal UGM.

Pihak dekanat universitas menekankan pentingnya standarisasi hasil pemotongan demi menjaga kualitas konsumsi masyarakat sekaligus menjaga nama baik institusi pendidikan.

ÔÇ£Daging yang sampai ke tangan masyarakat memenuhi standar aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH),ÔÇØ pesan Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Dekan Fapet UGM.

Program sinergi akademisi dan birokrasi ini diproyeksikan sebagai media pengabdian masyarakat sekaligus wadah pengasahan kompetensi serta kepemimpinan mahasiswa di lapangan. Melalui skema berkelanjutan, institusi pendidikan terkait berkomitmen mengakselerasi standardisasi industri pemotongan hewan nasional agar lebih higienis.

Artikel terkait

Rekomendasi