Pemerintah Kabupaten Sumedang mendorong pelaksanaan pembagian daging kurban yang ramah lingkungan pada momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah dengan mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, seperti dilansir dari Media Indonesia.
Langkah penekanan penggunaan wadah plastik tersebut dilakukan demi menjaga kelestarian ekosistem dan menekan produksi limbah setelah perayaan hari besar keagamaan. Bupati Sumedang H Dony Ahmad Munir mengungkapkan bahwa pembagian daging kurban tahun ini dianjurkan menggunakan kemasan tradisional seperti besek bambu dan alas daun pisang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
"Kami sarankan pengemasan daging kurban menggunakan kemasan yang ramah lingkungan, seperti besek dari bambu dan alas daun pisang. Itu yang biasa kami lakukan," ujarnya H Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang.
Upaya sosialisasi kemasan ramah lingkungan ini terus digencarkan kepada seluruh panitia kurban di wilayah tersebut. Menurut penjelasannya, semangat berkurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga harus dibarengi dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Penggunaan besek bambu selain lebih ramah lingkungan juga menjadi upaya mengurangi timbunan sampah plastik setelah pelaksanaan pembagian daging kurban.
"Idul Adha bukan hanya tentang berbagi kepada sesama, tetapi juga bagaimana kita menjaga lingkungan agar tetap bersih dan sehat," katanya H Dony Ahmad Munir, Bupati Sumedang.
Sementara itu, persiapan penyaluran hewan kurban di pusat kota sudah mulai merampungkan pendataan para penerima manfaat. Pada Idul Adha tahun ini, di Masjid Agung Sumedang terkumpul delapan ekor sapi dan enam ekor domba yang akan didistribusikan kepada masyarakat kurang mampu, panti asuhan dan lansia. Daging kurban tersebut rencananya mulai dibagikan pada Kamis pagi kepada masyarakat yang telah terdata sebelumnya agar penyalurannya tepat sasaran.