Pemerintah Kabupaten Bekasi mengalokasikan dana sekitar Rp 3,2 miliar dari APBD 2026 untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur di kawasan Perumahan Puri Cendana, Kecamatan Tambun Selatan. Langkah ini diambil menyusul aksi swadaya pemuda setempat yang viral saat memperbaiki jalan secara mandiri pada Minggu (3/5/2026).
Dilansir dari Megapolitan, perbaikan jalan oleh pemerintah tersebut direncanakan mencakup area seluas 4.500 meter persegi di bagian depan perumahan. Upaya ini ditujukan agar hasil swadaya yang telah dilakukan masyarakat tidak terganggu oleh proyek pemerintah pusat atau daerah.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, mengonfirmasi bahwa rencana pembenahan akses tersebut sebenarnya sudah terjadwal dalam anggaran tahun ini. Namun, proses pengerjaannya memang memerlukan tahapan administratif yang tidak instan.
"Kalau menggunakan APBD itu kan butuh waktu. Tapi insya Allah ini sudah masuk (APBD) dan akan kami kawal," ujar Asep Surya Atmaja, Plt Bupati Bekasi.
Asep memberikan apresiasi terhadap inisiatif warga yang secara mandiri bergerak menggalang dana untuk kepentingan umum. Menurutnya, aksi tersebut menjadi pemacu bagi pemerintah untuk memberikan perhatian lebih cepat pada infrastruktur yang rusak.
"Tentunya saya ucapkan terima kasih atas semangat mereka," kata Asep Surya Atmaja, Plt Bupati Bekasi.
Berdasarkan data pemerintah daerah, saat ini terdapat sekitar 300 kilometer jalan di Kabupaten Bekasi yang dikategorikan rusak. Sementara itu, kapasitas perbaikan rutin pemerintah setiap tahunnya hanya mampu menjangkau rata-rata 50 kilometer jalan.
Kepala Bidang Pembangunan Jalan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Dede Chairul, menjelaskan bahwa total panjang jalan kabupaten mencapai 1.077 kilometer. Ia menegaskan prioritas penanganan tetap melihat pada tingkat kerusakan di tiap wilayah.
"Seluruh kecamatan tetap mendapatkan penanganan, namun prioritas ditentukan berdasarkan tingkat kerusakan," ujar Dede Chairul, Kabid Pembangunan Jalan Dinas SDABMBK.
Pemerintah menargetkan seluruh proses lelang melalui e-Katalog maupun LPSE akan tuntas pada akhir Mei 2026 agar pengerjaan fisik bisa segera berjalan. Meskipun demikian, anggaran infrastruktur tahun ini tercatat mengalami penurunan dibandingkan alokasi tahun sebelumnya yang mencapai Rp 297 miliar.
Di sisi lain, gerakan perbaikan jalan oleh warga dipelopori oleh komunitas muda-mudi yang resah terhadap kondisi akses lingkungan yang memburuk. Perwakilan komunitas, Fiky Rio Utama, menyatakan gerakan ini murni bertujuan untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan tempat tinggal mereka.
"Tergeraknya karena resah ya, tapi enggak pernah ada solusi. Dan kami ingin jadi anak muda yang bermanfaat dan menebarkan energi positif buat warga sendiri," ujar Fiky Rio Utama, Perwakilan muda-mudi Puri Cendana.
Komunitas yang terdiri dari 200 anggota tersebut berhasil mengumpulkan dana hingga ratusan juta rupiah secara sukarela. Tercatat pada tahap pertama November 2025 mereka menghabiskan Rp 180 juta, dan pada tahap kedua Mei 2026 berhasil menghimpun dana sebesar Rp 330.953.000 untuk pengecoran jalan sepanjang 150 meter.