Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menghadiri Ritual Ageng Boyongan untuk memindahkan Arca Unfinished Buddha ke lokasi baru di Lapangan Kenari, kawasan Candi Borobudur, Magelang. Prosesi sakral yang melibatkan elemen masyarakat dan tokoh lintas agama ini digelar sebagai langkah strategis dalam pelestarian warisan dunia.
Relokasi arca yang populer disebut Mbah Bhelet ini bertujuan memperkuat ekosistem kebudayaan nasional di wilayah Borobudur sebagaimana dilansir dari Detik Travel. Arca tersebut sebelumnya disimpan di Museum Karmawibhangga setelah ditemukan di bawah stupa induk, namun kini ditempatkan di ruang terbuka agar lebih inklusif bagi publik.
Pelaksanaan ritual diiringi penghormatan budaya berupa pagelaran Wayang Ruwat oleh Ki Dalang Darmo Widjoyo dari Lembaga Adat Desa Borobudur. Fadli Zon memberikan apresiasi tinggi terhadap keterlibatan masyarakat lokal yang berperan sebagai penjaga tradisi hidup di sekitar monumen bersejarah tersebut.
"Tradisi ini menggambarkan spiritual journey untuk memohon keberkahan dan kebaikan. Ia menjadi pelengkap serta penyempurna dari nilai budaya yang kita jaga bersama," ujar Fadli Zon, Menteri Kebudayaan RI.
Penempatan arca di Lapangan Kenari telah melewati kajian mendalam yang melibatkan seniman, pemuka adat, hingga para Bante dan Bhikkhu untuk memastikan nilai spiritualnya tetap terjaga. Lokasi baru ini diproyeksikan menjadi ikon tambahan bagi wisatawan serta peziarah yang mengunjungi kawasan Borobudur tanpa mengabaikan kaidah konservasi arkeologis.
Pemerintah menargetkan pembangunan pedestal penyangga dan seluruh proses penataan area ini rampung sebelum perayaan Tri Suci Waisak pada 31 Mei 2026. Upaya revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen kementerian dalam mempercepat registrasi cagar budaya dan menjadikan Borobudur sebagai pusat kebudayaan dunia yang berkelanjutan.