Pemerintah Tempatkan Dana Rp200 Triliun untuk Jaga Likuiditas Perbankan

Pemerintah Tempatkan Dana Rp200 Triliun untuk Jaga Likuiditas Perbankan
Foto: Ilustrasi Pemerintah Tempatkan Dana Rp200 Triliun untuk Jaga Likuiditas Perbankan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkuat koordinasi bersama Bank Indonesia melalui penempatan dana saldo anggaran lebih sebesar Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara guna menjaga likuiditas perbankan nasional.

Langkah strategis tersebut diambil untuk mempercepat pertumbuhan kredit sekaligus menopang sektor riil domestik di tengah tekanan ekonomi global yang sedang berlangsung, sebagaimana dilansir dari Money.

Kebijakan ini sekaligus membantah anggapan negatif mengenai pemanfaatan dana negara, mengingat pertumbuhan basis uang M0 pada April 2026 berhasil mencapai angka 14,1 persen.

ÔÇ£Kalau Anda lihat base money M0 di April tumbuhnya 14,1 persen. Jadi ada cukup uang di perekonomian yang akan mendorong pertumbuhan perekonomian,ÔÇØ ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2026 di Jakarta, Rabu (19/5/2026).

Sinergi kebijakan fiskal dan moneter ini sengaja ditingkatkan setelah pemerintah mencatat adanya perlambatan pertumbuhan uang beredar yang hampir menyentuh angka nol persen pada periode Juli 2023 hingga September 2025.

ÔÇ£Jadi banyak yang billing, oh uangnya enggak ada gunanya. Ternyata uangnya berguna,ÔÇØ kata Purbaya.

Intervensi likuiditas ini terbukti memberikan dampak positif langsung pada pergerakan ekonomi nasional nasional melalui kontribusi ekspansi kredit sektor swasta.

ÔÇ£Karena kredit jadi tumbuh lebih cepat, cukup mendorong pertumbuhan swasta. Di triwulan pertama 2026 tumbuhnya 5,61 persen. Itu adalah dampak dari kebijakan yang kita kerjakan,ÔÇØ ujarnya.

Peningkatan pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 yang menyentuh angka 5,61 persen tersebut sekaligus mematahkan keraguan dari sejumlah pihak terhadap efektivitas kebijakan pemerintah.

ÔÇ£Jadi mereka mesti menulis lagi atau belajar lagi teori ekonominya atau menulis ulang teori ekonomi yang ada di kepala mereka,ÔÇØ ucap Purbaya.

Pemulihan aktivitas ekonomi ini juga diperkuat oleh perbaikan indikator konsumsi masyarakat pada April 2026, seperti lonjakan penjualan mobil sebesar 55 persen dan sepeda motor sebesar 28,1 persen.

ÔÇ£Jadi daya beli masyarakat masih ada,ÔÇØ kata Purbaya.

Pemerintah memproyeksikan aktivitas konsumsi akan bergerak semakin cepat pada Juni 2026 menyusul rencana peluncuran insentif kendaraan listrik sebagai stimulus tambahan.

ÔÇ£Juni saya pikir akan tumbuh lebih cepat lagi karena pemerintah akan mengeluarkan insentif untuk mobil listrik dan motor listrik. Kita ingin ada stimulus tambahan di perekonomian,ÔÇØ tuturnya.

Sinyal positif kebangkitan ekonomi ini juga terlihat dari kenaikan indikator domestik lainnya seperti konsumsi bahan bakar minyak, penjualan listrik, hingga kenaikan konsumsi semen domestik.

ÔÇ£Industri mulai jalan lagi. Konsumsi semen domestik naik juga di bulan April. Biasanya konsumsi semen berhubungan dengan pembangunan, artinya investasi akan tumbuh cepat juga di triwulan kedua tahun ini,ÔÇØ kata Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi