Pemerintah Suntik Pasar Obligasi Rp2 Triliun Per Hari Guna Atasi Capital Flight

Pemerintah Suntik Pasar Obligasi Rp2 Triliun Per Hari Guna Atasi Capital Flight
Foto: Ilustrasi Pemerintah Suntik Pasar Obligasi Rp2 Triliun Per Hari Guna Atasi Capital Flight.

Pemerintah Indonesia menggelontorkan dana likuiditas sebesar Rp2 triliun setiap hari ke pasar obligasi domestik untuk menghentikan aliran modal keluar yang dipicu oleh gejolak mata uang pasar berkembang, seperti dilansir dari Investortrust pada Senin.

Intervensi moneter masif ini disepakati setelah rapat kabinet darurat tertutup yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin guna menopang harga utang negara dan menekan kenaikan imbal hasil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa langkah masuk ke pasar obligasi dilakukan secara bertahap untuk menstabilkan situasi pasar keuangan dari kepanikan manajer aset asing.

"I have ordered an entry of Rp 2 trillion every day," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Kementerian Keuangan memanfaatkan cadangan kas negara yang mencapai Rp420 triliun di berbagai instrumen jangka pendek untuk mengeksekusi mekanisme stabilisasi ini.

"When we establish positive sentiment in the debt market, foreign investors typically follow our lead, which stops the capital from leaving our borders," kata Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Keuangan.

Pemerintah menegaskan fondasi ekonomi nasional tetap tangguh dengan pertumbuhan PDB tahunan sebesar 5,61% pada kuartal pertama tahun 2026, sehingga pelemahan saat ini murni akibat guncangan sentimen jangka pendek.

Di sisi lain, Bank Indonesia memperkirakan penguatan struktural rupiah akan terjadi seiring meredanya faktor musiman global.

"If domestic interest rates don't adjust, you inevitably face capital flight," ujar Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia menyampaikan proyeksi tersebut di hadapan Komisi XI DPR pada Senin sore setelah rupiah sempat menyentuh level terendah Rp17,700 per dolar AS akibat kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Untuk meredam guncangan, Bank Indonesia telah membeli surat utang di pasar sekunder sebesar Rp332 triliun sepanjang 2025 dan menambah Rp133 triliun pada kuartal pertama 2026.

Sementara itu, lembaga pemikir ekonomi mengingatkan bahwa depresiasi mata uang yang berkepanjangan mulai menekan margin keuntungan sektor industri akibat lonjakan biaya logistik dan premi asuransi internasional.

"The steep depreciation of the currency is significantly compounding our raw production costs," kata Mohammad Faisal, Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE).

Tekanan rantai pasok yang intensif terutama melanda sektor-sektor dengan kebutuhan impor tinggi seperti industri kimia, farmasi, dan makanan konsumsi.

Artikel terkait

Rekomendasi