Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta pada 2026

Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta pada 2026
Foto: Ilustrasi Pemerintah Siapkan Subsidi Motor Listrik Rp5 Juta pada 2026.

Pemerintah berencana menyalurkan subsidi pembelian sepeda motor listrik sebesar Rp5 juta per unit untuk 100.000 unit pertama mulai Selasa (5/5/2026). Kebijakan ini merupakan langkah strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III dan IV tahun 2026.

Nilai insentif yang disiapkan tahun ini tercatat lebih rendah dibandingkan subsidi pada 2024 yang mencapai Rp7 juta per unit. Meskipun demikian, bantuan ini tetap digulirkan untuk memberikan stimulus bagi industri sepeda motor listrik domestik yang masih membutuhkan dukungan pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan skema penyaluran bantuan tersebut dalam konferensi pers APBN KITA. Skema ini dirancang agar bantuan dapat terus mengalir selama kuota tersedia bagi masyarakat.

"Motor listrik juga sama. 100.000 pertama kita kasih, berapa subsidi ya? Rp 5 juta. Kalau habis kita kasih lagi, kalau habis kita kasih lagi," ujar Purbaya, Menteri Keuangan.

Penetapan kembali insentif ini dipicu oleh lesunya pasar kendaraan listrik sepanjang tahun lalu. Dilansir dari Detik Oto, angka penjualan sepeda motor listrik pada 2025 mengalami penurunan sebesar 28,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.

Data Sistem Registrasi Uji Tipe (SRUT) Kementerian Perhubungan menunjukkan penjualan motor listrik 2025 hanya menyentuh angka 55.059 unit. Jumlah tersebut merosot tajam dari pencapaian tahun 2024 yang sempat menembus 77.078 unit saat program subsidi masih berjalan masif.

Data Penjualan Sepeda Motor Listrik Indonesia
TahunJumlah Penjualan (Unit)Status Subsidi
202477.078Tersedia (Rp7 Juta)
202555.059Tidak Tersedia
2026 (Target Awal)100.000Tersedia (Rp5 Juta)

Ketidakpastian regulasi mengenai kelanjutan bantuan pemerintah dinilai menjadi penyebab utama penurunan minat beli konsumen. Meski pasar melambat, minat masyarakat dianggap tidak sepenuhnya hilang karena sejumlah produsen mulai menawarkan inovasi sistem sewa baterai.

Layanan sewa baterai tersebut membantu menekan harga jual awal (on the road) sehingga lebih kompetitif di mata pelanggan. Berdasarkan catatan Kemenhub, tren penggunaan kendaraan listrik secara umum tetap menunjukkan pertumbuhan positif dalam tiga tahun terakhir meski sempat berfluktuasi.

Artikel terkait

Rekomendasi