Pemerintah Siapkan Mandatori E20 Guna Tekan Impor Bahan Bakar Minyak

Pemerintah Siapkan Mandatori E20 Guna Tekan Impor Bahan Bakar Minyak
Foto: Ilustrasi Pemerintah Siapkan Mandatori E20 Guna Tekan Impor Bahan Bakar Minyak.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyiapkan kebijakan mandatori E20 sebagai langkah strategis menggeser penggunaan bahan bakar fosil ke energi nabati di Jakarta pada Sabtu (2/5/2026). Dilansir dari Money, program pencampuran 20 persen etanol dalam bensin ini bertujuan menekan impor BBM dan menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian.

Kebijakan ini mengadopsi keberhasilan program biodiesel berbasis sawit yang telah berjalan sebelumnya. Melalui skema E20, bensin akan dicampur dengan etanol yang berasal dari komoditas pertanian seperti tebu, jagung, dan singkong untuk memperkuat ketahanan energi domestik.

"Nah, saya putar otak lagi, bagaimana caranya agar kemudian kita tidak tergantung lagi pada fosil. Kita harus geser ke energi nabati," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Bahlil menjelaskan bahwa inspirasi penggunaan bahan nabati untuk bensin muncul dari evaluasi penggunaan Crude Palm Oil (CPO) pada bahan bakar solar.

"Maka muncullah ide saya waktu itu. Malam-malam saya duduk berpikir, kalau solar kita bisa pakai CPO, kenapa tidak kita pakai lagi nabati lain untuk bensin?" katanya Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pemerintah akan mendorong penerapan campuran 20 persen etanol dan 80 persen bensin sebagai tahap awal yang dianggap realistis sebelum menuju tingkat campuran lebih tinggi.

"Itulah kemudian saya lontarkan, bahwa saya akan bikin mandatori atas perintah Bapak Presiden, E20," ujarnya Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Langkah ini diharapkan mampu membuka lahan pertanian baru di berbagai daerah yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat luas.

"Inilah kira-kira cara kita untuk bagaimana mendatangkan dan menuju kepada ketahanan energi kita," kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Implementasi kebijakan ini juga akan melibatkan institusi pendidikan seperti IPB dalam pengembangan teknis dan pembukaan lahan komoditas pendukung.

"Nah, ini pekerjaan IPB lagi. Karena pasti lahan-lahan pertanian akan dibuka lagi, kan, kira-kira: singkong, jagung, tebu. Untuk apa? Menciptakan pendapatan dan lapangan pekerjaan baru di daerah," ujarnya Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Bahlil menyatakan telah mempelajari kesuksesan Brasil yang sudah menerapkan mandatori E30 bahkan hingga E100 di beberapa wilayahnya.

"Berangkatlah saya ke Brasil dan beberapa negara lain. Saya belajar, ternyata di Brasil itu sudah mandatori E30. Bahkan di beberapa negara bagian sudah E100, etanol," ujar Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Pengalaman internasional dari negara seperti India, Amerika Serikat, dan Thailand menunjukkan bahwa penggunaan etanol telah lolos uji teknis dan layak diterapkan secara masif.

"Sudah lolos uji semua ini, termasuk India sudah E20, Thailand, Amerika," ujarnya Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Ekonom senior Bank Dunia, Mohammad Abul Azad, memberikan pandangan mengenai potensi biofuel dalam mengurangi paparan volatilitas harga minyak dunia yang sering tidak menentu.

"Bahan bakar hayati, khususnya etanol yang berasal dari tanaman pertanian, mungkin menawarkan jalur yang kurang dihargai untuk mengurangi ketergantungan pada minyak dalam transportasi," kata Mohammad Abul Azad, ekonom senior di Development Data Group Bank Dunia.

Namun, Azad memberikan catatan mengenai tantangan ketersediaan lahan dan produktivitas pertanian agar biaya produksi tetap efisien dan tidak mengganggu ketahanan pangan.

"Negara dengan produktivitas lebih rendah berpotensi menghadapi biaya yang lebih tinggi," tulis Mohammad Abul Azad, ekonom senior di Development Data Group Bank Dunia.

Tabel 1: Penerapan Campuran Etanol Global
NegaraTingkat CampuranBahan Baku Utama
BrasilE27 - E100Tebu
Amerika SerikatE10 - E85Jagung
IndiaE20Tebu, Jagung
ThailandE20 - E85Jagung, Tebu
PrancisE10Bit Gula, Jagung
JermanE10Jagung, Gandum

Artikel terkait

Rekomendasi